Rabu, 19 Agustus 2026

Berduka Atas Meninggalnya Dokter Icha, Dokter di NTT Kenakan Pita Hitam Sepekan

Imanuel Lodja - Selasa, 30 Juni 2026 19:03 WIB
Berduka Atas Meninggalnya Dokter Icha, Dokter di NTT Kenakan Pita Hitam Sepekan
ist
Berduka Atas Meninggalnya Dokter Icha, Dokter di NTT Kenakan Pita Hitam Sepekan

digtara.com -Seluruh dokter di Nusa Tenggara Timur (NTT) diimbau mengenakan pita hitam selama sepekan mulai 29 Juni - 5 Juli 2026.

Baca Juga:

Aksi ini sebagai bentuk belasungkawa atas kepergian dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr. Icha.

Pengenaan pita hitam ini mulai dilaksanakan pada hari pemakaman dr. Icha pada Senin (29/6/2026).

Para dokter yang hadir sebagai pelayat di rumah duka serentak mengenakan jas dokter dilengkapi pita hitam pada lengan mereka masing-masing.

Misa pemakaman di Perumahan RSS Baumata Kupang ini dimulai 11.00 WITA.

Pada kesempatan yang sama pada pelayat diberikan kesempatan untuk memberi penghormatan terakhir kepada mendiang.

Baca Juga:
"Pita hitam ini sebagai bentuk penghormatan terakhir dan ungkapan solidaritas kepada sejawat tercinta," kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) NTT, dr. Stef Soka.

Beberapa perwakilan dari teman-teman dokter Icha juga memberikan penghormatan terakhir dan haru dan berurai air mata.

Kemudian jenazah dokter ini dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Liliba Kota Kupang.

Kehadiran dan kebersamaan sejawat merupakan penghormatan bagi almarhumah serta dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Dalam imbauannya, IDI NTT meminta para dokter mengenakan pita hitam itu selama sepekan terhitung mulai dari hari pemakaman.

"Kita mengenakan pita hitam pada lengan kanan selama 7 hari, terhitung 29 Juni-5 Juli 2026, sebagai tanda duka dan solidaritas," ujar Stef.

IDI NTT juga menyebut kasus dr. Icha yang diintimidasi hingga mengalami depresi dan meninggal dunia menunjukkan perlindungan bagi tenaga kesehatan yang belum tercapai.

Menurut Stef implementasi Undang-Undang Kesehatan harusnya diikuti dengan regulasi khusus di tingkat daerah yang menjamin keselamatan tenaga kesehatan selama menjalankan praktik.

Stef juga menyebut kasus ini menjadi preseden buruk terlebih adanya dugaan intimidasi tiga anggota DPRD terhadap dokter tersebut.

Ia mengingatkan kepada pemerintah bahwa NTT hingga kini masih kekurangan dokter dan tenaga kesehatan.

Baca Juga:
Untuk itu, tegasnya, pemerintah daerah justru harus menjamin keamanan para tenaga medis saat bertugas.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
70 Orang Warga Flores Meninggal Akibat Gempa Bumi

70 Orang Warga Flores Meninggal Akibat Gempa Bumi

WNA Cina Jatuh Dalam Pendakian di Pulau Padar, Tim SAR Gabungan Turun Tangan

WNA Cina Jatuh Dalam Pendakian di Pulau Padar, Tim SAR Gabungan Turun Tangan

Belasan Warga NTT Terpapar Paham Radikal dan TCC NVE

Belasan Warga NTT Terpapar Paham Radikal dan TCC NVE

Kabasarnas Turun Langsung Evakuasi Tiga Korban Gempa dari Manggarai Timur

Kabasarnas Turun Langsung Evakuasi Tiga Korban Gempa dari Manggarai Timur

Masih Banyak Korban Gempa Belum Terdata, Polda NTT Imbau Warga Laporkan ke Polisi

Masih Banyak Korban Gempa Belum Terdata, Polda NTT Imbau Warga Laporkan ke Polisi

Bhayangkari Polres Nagekeo Bangun Dapur Umum Siapkan Makanan Bagi Warga Terdampak Gempa

Bhayangkari Polres Nagekeo Bangun Dapur Umum Siapkan Makanan Bagi Warga Terdampak Gempa

Komentar
Berita Terbaru