IRT di Sumba Barat Daya Meninggal Tertimbun Pasir di Lokasi Tambang
digtara.com - Anan Susanti Kaza (50), ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT tewas tertimbun pasir pada Selasa (9/6/2026).Warga Kampung Kawona, Desa Bondo Boghel, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya ini tertimbun material penambangan di pantai Kawona, Dusun 3, Desa Bondo Boghel, Kecamatan Sumba Barat Daya.
Baca Juga:
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 Wita saat korban bersama suaminya, Fransiskus K (45) sedang menggali pasir di lokasi yang selama.
Lokasi ini dikenal sebagai area yang dilarang untuk aktivitas penambangan.
Pada Selasa pagi, korban ke pantai melakukan aktivitas penambangan pasir.
Saat itu korban turun ke dalam lubang galian pasir untuk mengambil dan mengumpulkan material pasir hasil galian.
Saat korban berada di dalam lubang galian, kondisi dinding pasir di sekitar lokasi sudah cukup tinggi akibat penggalian yang terus dilakukan.
Baca Juga:
Dinding pasir di salah satu sisi galian tiba-tiba runtuh dan longsor ke arah bawah sehingga menimbun tubuh korban yang sedang bekerja di dalam lubang galian.
Suami korban bersama warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera berupaya memberikan pertolongan dengan menggali timbunan pasir bersama dan mengevakuasi korban.
Setelah korban berhasil dikeluarkan dari timbunan pasir, korban ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Korban diketahui melakukan penggalian pasir pada area yang memiliki dinding galian cukup tinggi dan labil.
Walau kondisi rawan, namun kegiatan tetap berlangsung tanpa memperhatikan kondisi keamanan lokasi serta tanpa adanya langkah-langkah mitigasi terhadap potensi longsor.
Wakapolres Sumba Barat Daya, Kompol Marthinus Ardjon yang dikonfirmasi pada Selasa petang membenarkan kejadian ini.
"Benar, anggota masih ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara," ujar Wakapolres.
Kapolsek Kota Tambolaka dan aparat Satreskrim Polres Sumba Barat Daya sudah ke lokasi kejadian dipimpin Kasat Reskrim, Iptu Yakobus K. Sanam.
Baca Juga:
Kepala Desa Bondo Boghila, Agustinus Bulu Batu menyesalkan peristiwa yang merenggut nyawa warganya itu.
"Sudah dilarang, tapi mereka ambil pasir secara sembunyi-sembunyi. Pasir di lokasi itu sebenarnya sudah habis sehingga mereka gali makin ke arah daratan dan membuat lubang di bawah tebing tanah yang kemudian runtuh menimpa korban," ujar kepala desa.
Ia menjelaskan, pemerintah desa bahkan pernah mengambil langkah pencegahan dengan memerintahkan kepala dusun memagar akses menuju lokasi.
Namun pagar tersebut dibongkar oleh oknum warga yang tetap ingin mengambil pasir melalui jalan alternatif.
"Teknik pengambilan pasir yang dilakukan sangat berbahaya. Sudah ulang kali kami beri larangan tapi sia-sia," ujarnya.
Kepala Desa kembali mengimbau seluruh warga untuk tidak lagi mengambil pasir di lokasi tersebut.
"Peristiwa ini jadi pelajaran berharga sehingga pengambilan pasir di tempat itu harus dihentikan. Sudah terbukti sekarang aktivitas tersebut membawa maut," tegasnya.
Peristiwa meninggalnya warga di lokasi tambang ini merupakan yang pertama di wilayah tersebut.
Baca Juga:
Masalah Utang Babi, Warga di Sumba Barat Daya Tewas Dianiaya
Pamit Cari Pakan Ternak Babi, Warga Kabupaten Sikka Malah Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon Asam
Rumah Warga Kabupaten Sikka Hangus Terbakar Saat Penghuni Masih Tidur
Tim Gabungan URC Resmob Polda NTT-Polres TTU Bekuk Pelaku Pencurian Dengan Pemberatan
Polres Sumba Tengah Segera Dikukuhkan, Anggota Polres Sumba Barat Kerja Bakti Pembersihan Lokasi Mako
Ini Duduk Perkara Yang Menjerat Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang
Samsung Hadirkan Galaxy A27 RAM 6 GB di Indonesia, Tawarkan Harga Lebih Terjangkau
Pimpin PERDATIN NTT Periode Kedua, Ketua Siap Perkuat Layanan Anestesi dan Terapi Intensif Hingga Daerah Terpencil
Pemeriksaan Terlapor Anggota DPRD TTU Terkait Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dijadwalkan Ulang
Masalah Utang Babi, Warga di Sumba Barat Daya Tewas Dianiaya
5 HP NFC Harga Mulai Rp1 Jutaan, Cocok untuk Transaksi Digital dan Aktivitas Harian
Baru Menjabat, Kapolsek dan Kanit Reskrim Polsek Maulafa Silaturahi dengan Kejaksaan
Anggota Polresta Kupang Kota Bantu Pembangunan Gereja Katolik Naioni