Selasa, 09 Juni 2026

IRT di Sumba Barat Daya Meninggal Tertimbun Pasir di Lokasi Tambang

Imanuel Lodja - Selasa, 09 Juni 2026 19:10 WIB
IRT di Sumba Barat Daya Meninggal Tertimbun Pasir di Lokasi Tambang
ist
Lokasi tambang pasir.

digtara.com - Anan Susanti Kaza (50), ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT tewas tertimbun pasir pada Selasa (9/6/2026).Warga Kampung Kawona, Desa Bondo Boghel, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya ini tertimbun material penambangan di pantai Kawona, Dusun 3, Desa Bondo Boghel, Kecamatan Sumba Barat Daya.

Baca Juga:

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 Wita saat korban bersama suaminya, Fransiskus K (45) sedang menggali pasir di lokasi yang selama.

Lokasi ini dikenal sebagai area yang dilarang untuk aktivitas penambangan.

Pada Selasa pagi, korban ke pantai melakukan aktivitas penambangan pasir.

Saat itu korban turun ke dalam lubang galian pasir untuk mengambil dan mengumpulkan material pasir hasil galian.

Saat korban berada di dalam lubang galian, kondisi dinding pasir di sekitar lokasi sudah cukup tinggi akibat penggalian yang terus dilakukan.

Baca Juga:

Namun aktivitas penambangan tetap berlangsung tanpa adanya pengamanan maupun pengawasan terhadap potensi longsor.

Dinding pasir di salah satu sisi galian tiba-tiba runtuh dan longsor ke arah bawah sehingga menimbun tubuh korban yang sedang bekerja di dalam lubang galian.

Suami korban bersama warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera berupaya memberikan pertolongan dengan menggali timbunan pasir bersama dan mengevakuasi korban.

Setelah korban berhasil dikeluarkan dari timbunan pasir, korban ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Korban diketahui melakukan penggalian pasir pada area yang memiliki dinding galian cukup tinggi dan labil.

Walau kondisi rawan, namun kegiatan tetap berlangsung tanpa memperhatikan kondisi keamanan lokasi serta tanpa adanya langkah-langkah mitigasi terhadap potensi longsor.

Wakapolres Sumba Barat Daya, Kompol Marthinus Ardjon yang dikonfirmasi pada Selasa petang membenarkan kejadian ini.

"Benar, anggota masih ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara," ujar Wakapolres.

Kapolsek Kota Tambolaka dan aparat Satreskrim Polres Sumba Barat Daya sudah ke lokasi kejadian dipimpin Kasat Reskrim, Iptu Yakobus K. Sanam.

Baca Juga:

Kepala Desa Bondo Boghila, Agustinus Bulu Batu menyesalkan peristiwa yang merenggut nyawa warganya itu.

Pemerintah desa telah berulang kali melarang aktivitas pengambilan pasir di lokasi tersebut karena merusak lingkungan dan sangat berbahaya.

"Sudah dilarang, tapi mereka ambil pasir secara sembunyi-sembunyi. Pasir di lokasi itu sebenarnya sudah habis sehingga mereka gali makin ke arah daratan dan membuat lubang di bawah tebing tanah yang kemudian runtuh menimpa korban," ujar kepala desa.

Ia menjelaskan, pemerintah desa bahkan pernah mengambil langkah pencegahan dengan memerintahkan kepala dusun memagar akses menuju lokasi.

Namun pagar tersebut dibongkar oleh oknum warga yang tetap ingin mengambil pasir melalui jalan alternatif.

"Teknik pengambilan pasir yang dilakukan sangat berbahaya. Sudah ulang kali kami beri larangan tapi sia-sia," ujarnya.

Kepala Desa kembali mengimbau seluruh warga untuk tidak lagi mengambil pasir di lokasi tersebut.

"Peristiwa ini jadi pelajaran berharga sehingga pengambilan pasir di tempat itu harus dihentikan. Sudah terbukti sekarang aktivitas tersebut membawa maut," tegasnya.

Peristiwa meninggalnya warga di lokasi tambang ini merupakan yang pertama di wilayah tersebut.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru