Tiga Bulan Pimpin Pelni Kupang, Teguh Hari Setiadi Tegas Berantas Calo Tiket
digtara.com -Praktek percaloan pembelian tiket di kantor Pelni Kupang maupun Pelabuhan Tenau Kupang mulai dikikis Teguh Hari Setiadi.
Baca Juga:
Ia memilih turun langsung ke lapangan, menyusuri area pelabuhan, berbincang dengan penumpang, dan memetakan persoalan klasik yang selama ini menghantui layanan transportasi laut terkait calo tiket.
Langkah awalnya sederhana namun tegas inspeksi langsung ke Pelabuhan Tenau sejam setelah tiba di Kota Kupang.
Baca Juga:Dari sana, Teguh melihat celah yang selama ini dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab.
Ia tak menunggu lama. Koordinasi lintas sektor segera dibangun, terutama dengan Polda NTT dan aparat terkait.
Hasilnya mulai terlihat. Dalam waktu singkat, lima calo tiket berhasil diringkus.
Bagi Teguh, capaian ini bukan sekadar angka penindakan, melainkan bentuk keberpihakan pada masyarakat kecil.
"Ini bukan hanya soal penindakan. Ini karena cinta kepada masyarakat yang datang dengan kondisi susah. Jangan sampai mereka sudah susah, lalu kita persulit lagi. Bagaimana kalau hal itu terjadi kepada keluarga kita," ujarnya pada Senin (20/4/2026).
Baca Juga:Teguh yang ditemui di kantor sementara Pelni Cabang Kupang juga membuka tabir modus operandi para calo yang kian licik.
Mereka memanfaatkan situasi renovasi kantor Pelni lama di Kelurahan Fatufeto, Kota Kupang.
Para penumpang dicegat, ditawari bantuan, bahkan diyakinkan bahwa mereka adalah "petugas resmi".
Namun sesampainya di kantor Pelni yang baru di Kelurahan Namosain, skenario berubah.
Penumpang diarahkan membeli tiket tujuan yang lebih murah, seperti Kupang–Lewoleba, menggunakan ATM milik pelaku.
Baca Juga:Selisih harga itulah yang menjadi keuntungan calo bisa mencapai ratusan ribu rupiah dalam satu transaksi.
"Ini modus baru yang kami temukan. Mereka bermain di celah ketidaktahuan penumpang," ungkap Teguh.
Berbekal pengalaman bertugas di pelabuhan di wilayah Timur Indonesia, Teguh juga memperkuat sistem.
Jika terindikasi, kartu tersebut langsung masuk daftar hitam Pelni dan tidak bisa lagi digunakan untuk transaksi tiket.
Edukasi kepada calon penumpang juga digencarkan, baik melalui media sosial maupun secara langsung saat proses check-in.
Bagi Teguh, pencegahan adalah kunci. Ia ingin membangun kesadaran bahwa membeli tiket melalui jalur resmi adalah satu-satunya cara aman.
Baca Juga:Teguh tak hanya menyasar pihak luar. Ia juga menegaskan komitmen bersih di internal.
Seluruh pegawai telah menandatangani pakta integritas. Jika ada yang terbukti bermain sebagai calo, sanksinya jelas pemecatan tidak hormat.
"Tidak ada toleransi jika petugas ditemukan bekerjasama dengan calo. Pasti di pecat dengan tidak hormat. Ini komitmen kami," tandasnya.
Pelni Kupang Perketat Pengawasan Untuk Perangi Calo Tiket
Pria di Kupang Ditemukan Tewas Mengapung di Pantai Oesapa
Selamatkan Adik, Siswa SMP di Kupang Malah Terseret Arus dan Meninggal Dunia
Lagi, Unit Resmob Polda NTT Amankan Dua Calo Tiket di Kantor Pelni Kupang
Warga di Amarasi-Kupang Tewas Tersengat Aliran Listrik Saat Potong Daun Pakan Ternak