Lupa Matikan Lilin Doa, Kakek di Nagekeo Tewas Terjebak Kebakaran Rumah
digtara.com -Nasib nahas dialami Noe Dhae (83) yang juga warga Kampung Maundai, Desa Uduworowatu, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo.
Baca Juga:
Kebakaran rumah korban diduga bersumber dari lilin doa yang lupa dimatikan sehingga menghanguskan korban dan bangunan rumah.
Pada Sabtu malam, korban dan istrinya Helena Bedha (65) melakukan doa malam sebelum tidur.
Baca Juga:Korban dan istri memiliki rutinitas malam melaksanakan doa malam bersama di ruang doa yang terletak bersebelahan dengan kamar tidur dan hanya dipisahkan oleh sebuah kain tirai.
Sebagaimana kebiasaan mereka, doa malam tersebut dilakukan dengan menyalakan lilin.
30 menit melakukan doa malam, pasangan suami istri ini lanjut makan malam dan kemudian masuk kamar untuk istrahat malam.
Ketika kembali dan masuk ke dalam rumah, Helena melihat kobaran api yang sudah membesar di sekitar ruang doa dekat tempat korban beristirahat.
Api mulai merambat ke seluruh dinding rumah bagian dalam.
Baca Juga:Bangunan rumah yang hanya menggunakan dinding dari bilik/pelupu bambu memudah rumah untuk terbakar.
Melihat kobaran api yang makin membesar, Helena berlari keluar dan berteriak meminta pertolongan.
Kemudian datang tetangga mereka Anjas Bagata (50) dan langsung menuju ke rumah korban begitu mendengar teriakan minta tolong dari Helena.
Yustinus Rangga pun datang untuk memberikan bantuan. Ia mendapati Blasius sedang berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Yustinus berlari ke dapur dan mendapati istri korban (Helena) yang sedang berusaha masuk ke dalam rumah sambil berteriak bahwa korban (suaminya) masih berada di dalam kamar.
Baca Juga:Melihat Kobaran api yang semakin membesar, warga sekitar sudah mulai berdatangan dan berusaha membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya guna mencegah kobaran api merambat ke rumah-rumah warga lain di sekitarnya.
Bangunan rumah yang terbuat dari bilik bambu dengan ukuran 9x7 meter bersama korban hangus terbakar.
Ikut pula terbakar uang pensiunan sejumlah Rp 12 juta, sejumlah peralatan elektronik, perhiasan emas (anting, gelang dan kalung), perabotan rumah tangga, genset, pakaian dan kain adat ikut terbakar.
Baca Juga:Kapolsek Mauponggo Iptu Dewa Putu Suariawan menyebutkan taksasi kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Saat polisi dari Polres Nagekeo datang, kondisi di lokasi sudah tidak utuh lagi karena masyarakat berusaha masuk membantu memadamkan api dan mengevakuasi korban.
Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai takdir dan musibah serta telah dibuatkan surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi.
Jenazah korban dimakamkan pada Minggu (19/4/2026) dengan seremonial adat pada saat matahari terbenam.
Baca Juga:
Diduga Kompor Meledak, Rumah Dinas PLN di Riung-Ngada Terbakar
Tiga Unit Rumah Tinggal di Kawasan Perumahan BTN Kolhua Terbakar
Tiga Warga Meninggal dan Puluhan Rumah Terbakar Dalam Bentrok Warga di Adonara Timuelr-Flores Timur
Kantor UPTD BKKBN di Manggarai Barat Terbakar
Kios di Mess Rumah Sakit Kristen Lende Moripa Waikabubak Terbakar