Selasa, 16 Juni 2026

Dua Desa di Flores Timur Dihantam Banjir Lahar Gunung Lewotobi Laki-laki

Imanuel Lodja - Kamis, 04 Desember 2025 08:00 WIB
Dua Desa di Flores Timur Dihantam Banjir Lahar Gunung Lewotobi Laki-laki
dok

digtara.com -Dua desa di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, NTT terdampak banjir lahar dari Gunung Lewotobi Laki-laki yang terjadi pada Rabu (3/12/2025) pagi.

Baca Juga:

Dua desa yang terdampak adalah Desa Klatanlo dan Desa Dulipali, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

"Pada tanggal 3 Desember 2025 terjadi aliran lahar yang melanda Desa Klatanlo dan Desa Dulipali Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur," mengutip laporan khusus yang dikeluarkan Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada Rabu (3/12/2025).

Dalam laporan dengan nomor.168 /GL.03/BGL/2025 yang ditandatangani Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria disebutkan banjir lahari yang berhulu dari puncal Gunung Lewotobi Laki-laki mulai terjadi dan terekam pada pukul 05.17 wita dan baru berakhir pada pukul 06.36 wita.

Baca Juga:
"Aliran lahar mulai terekam pada pukul 05.17 WITA dan mencapai amplitudo maksimum 47.3 mm pada pukul 05.51 WITA. Rekaman aliran lahar berakhir pada pukul 06.36 WITA," ujar Lana Saria dalam laporannya.

Dia mengatakan berdasarkan pemantauan petugas di Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) yang berada di Desa Pululera secara visual menunjukkan gunung tertutup kabut dan asap kawah tidak teramati.

Namun suara genuruh aliran lahar terdengar hingga tiga kilometer.

"Dampak sementara yang terpantau dilapangan adalah jalan lintas Maumere - Larantuka sempat terhambat karena tertutup lumpur dan material lahar, tiga rumah di Desa Dulipali mengalami rusak berat, dan 1 rumah di Desa Klatanlo tertimbun lumpur setinggi 40 centimeter," ujarnya.

Disebutkannya kejadian ini menyebabkan juga jaringan listrik terputus akibat robohnya beberapa tiang listrik di Desa Dulipali.

Hingga saat ini tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih ditetapkan pada Level IV (AWAS) dengan rekomendasi masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius enam kilometer dan tujuh km sektoral barat laut, timur laut dari pusat erupsi.

"Selain itu, masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana agar mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan lebat, terutama pada daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, seperti di Nawakote, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen," ujarnya.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Akhiri Konflik, Warga Adonara-Flores Timur Teken Komitmen Bersama Atas Konflik Komunal

Akhiri Konflik, Warga Adonara-Flores Timur Teken Komitmen Bersama Atas Konflik Komunal

Ratusan Senjata Diamankan Pasca Konflik Warga Adonara, Polisi Masih Tetap Siaga

Ratusan Senjata Diamankan Pasca Konflik Warga Adonara, Polisi Masih Tetap Siaga

Remaja Perempuan di Flores Timur Diamankan Polisi Karena Curi Sepeda Motor

Remaja Perempuan di Flores Timur Diamankan Polisi Karena Curi Sepeda Motor

Keamanan Mulai Kondusif Pasca Kerusuhan Warga di Adonara, Warga Kembali Serahkan Senpira dan Sajam ke Polisi

Keamanan Mulai Kondusif Pasca Kerusuhan Warga di Adonara, Warga Kembali Serahkan Senpira dan Sajam ke Polisi

Warga Dusun Bele-Flores Timur Kembali Serahkan Senpira, Sajam dan Amunisi

Warga Dusun Bele-Flores Timur Kembali Serahkan Senpira, Sajam dan Amunisi

Polres Flores Timur, Kupang Kota dan Malaka Jadi Polres Paling Aktif dan Inovatif Kelola Informasi Publik

Polres Flores Timur, Kupang Kota dan Malaka Jadi Polres Paling Aktif dan Inovatif Kelola Informasi Publik

Komentar
Berita Terbaru