Jumat, 04 September 2026

Ratusan Senjata Diamankan Pasca Konflik Warga Adonara, Polisi Masih Tetap Siaga

Imanuel Lodja - Selasa, 02 Juni 2026 10:25 WIB
Ratusan Senjata Diamankan Pasca Konflik Warga Adonara, Polisi Masih Tetap Siaga
ist
Kapolres Flores Timur saat menerima senjata yang diserahkan warga beberapa waktu lalu

digtara.com -Sebanyak 812 senjata berbagai jenis diamankan aparat kepolisian Polres Flores Timur pasca konflik warga di Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT.

Baca Juga:

Sebagian lagi diserahkan secara sukarela oleh warga dari beberapa desa di Adonara.

Ratusan senjata tersebut terdiri dari senjata api rakitan, senjata tajam, amunisi, dan barang berbahaya lainnya pasca konflik sosial yang terjadi di Pulau Adonara pada 6 Maret serta 9 dan 10 Mei 2026.

Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, mengatakan barang yang diamankan terdiri dari 122 pucuk senjata api rakitan (senpira), 258 butir/selongsong amunisi, 431 buah senjata tajam, dan 1 buah tempat busur

Keberhasilan tersebut merupakan hasil pendekatan persuasif dan humanis yang dilakukan Polres Flores Timur bersama pemerintah desa.

Melalui sosialisasi dan dialog dengan masyarakat, berbagai senjata yang digunakan saat konflik berhasil diserahkan secara sukarela.

Baca Juga:
"Kami mengedepankan upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Ketika masyarakat kooperatif, kami lebih mengutamakan kepentingan sosial dan terciptanya situasi yang aman serta kondusif," ujar Kapolres pada Selasa (2/6/2026).

Konflik yang melibatkan warga Desa Weburak dan Desa Nara Sosina, Kecamatan Adonara Timur, dipicu sengketa lahan dan mengakibatkan sekitar 50 rumah terbakar.

Saat ini situasi kamtibmas di wilayah Adonara Timur telah kondusif dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

Personel Polres Flores Timur dan Brimob masih disiagakan untuk menjaga keamanan serta mencegah terjadinya konflik susulan.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko melalui Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menunjukkan sikap kooperatif dengan menyerahkan berbagai senjata yang berpotensi mengganggu keamanan.

Langkah ini menjadi bukti bahwa penyelesaian konflik melalui pendekatan humanis, dialog, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat merupakan kunci dalam menjaga persatuan serta mewujudkan NTT yang aman, damai, dan penuh kasih.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Anggota Polairud Bagi Bendera Pada Nelayan Pesisir dan Alat Tulis Bagi Anak Sekolah di Flores Timur

Anggota Polairud Bagi Bendera Pada Nelayan Pesisir dan Alat Tulis Bagi Anak Sekolah di Flores Timur

Ritual Bau Lolon Satukan Dua Kampung Yang Bertikai di Flores Timur

Ritual Bau Lolon Satukan Dua Kampung Yang Bertikai di Flores Timur

Wakapolda NTT Kawal Rekonsiliasi Adonara-Flores Timur

Wakapolda NTT Kawal Rekonsiliasi Adonara-Flores Timur

Sempat Terlibat Konflik, Masyarakat Lowonara dan Belle di Flores Timur Gelar Perdamaian Adat

Sempat Terlibat Konflik, Masyarakat Lowonara dan Belle di Flores Timur Gelar Perdamaian Adat

Para Tokoh di Adonara Timur Sepakat  Akhiri Konflik Lewat Perdamaian

Para Tokoh di Adonara Timur Sepakat Akhiri Konflik Lewat Perdamaian

Kapolres Flores Timur Bertemu Raja Larantuka Dorong Perdamaian di Adonara Timur Lewat Musyawarah Adat

Kapolres Flores Timur Bertemu Raja Larantuka Dorong Perdamaian di Adonara Timur Lewat Musyawarah Adat

Komentar
Berita Terbaru