Sabtu, 25 April 2026

Perjuangan Anak Koster Gereja Yang Juga Tukang Ojek Raih Mimpi Jadi Bintara Polri

Imanuel Lodja - Sabtu, 05 Juli 2025 15:32 WIB
Perjuangan Anak Koster Gereja Yang Juga Tukang Ojek Raih Mimpi Jadi Bintara Polri
ist
Perjuangan Anak Koster Gereja Yang Juga Tukang Ojek Raih Mimpi Jadi Bintara Polri Secara Gratis

Julio sendiri bersama kakak nya sejak sekolah dasar sudah membantu paman mereka Zadrak Dawan untuk bekerja sebagai tukang. Kebetulan paman mereka sering mendapatkan pekerjaan fisik pembangunan rumah atau proyek lainnya sehingga mereka pun aktif menjadi tukang.

Baca Juga:

Tamat dari SD Oesapa Kecil, Julio melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 5 Kupang dan kemudian masuk ke SMA Negeri 5 Kupang.

Saat ujian kelulusan, Julio pun mendaftarkan diri ikut seleksi anggota Polri. Modal nekat dan impiannya menjadi dorongannya untuk ikut seleksi.

Elisabeth sempat ragu saat Julio menyampaikan keinginannya menjadi anggota Polri. Elisabet mengingatkan kalau mereka orang miskin dan tidak punya uang. "Jangan paksa diri ikut tes polisi. Kita orang kecil dan tidak punya uang," ujar Elisabet saat Julio sudah mendaftarkan diri di Polresta Kupang Kota.

Namun Julio justru menguatkan sang ibu dengan mengatakan kalau kekuatan doa bisa menembus segala harapan dan cita-cita.

Elisabeth pun mendukung keinginan sang anak. Setiap malam ia mendaraskan doa buat perjuangan anak keduanya.

Setiap ke lokasi tes, Elisabeth berdoa bersama anak-anaknya. Demikian pula setiap Julio pulang tes mereka berkumpul kembali dan berdoa bersama-sama.

Untuk menghemat biaya Elisabeth sedapat mungkin menyiapkan bekal bagi Julio walau hanya nasi putih dan telur. Namun kalau ia tidak sempat maka Julio hanya dibekali uang Rp 20.000 untuk membeli makanan.

Perjuangan Julio bukan tanpa kendala. Saat tahapan ujian akademik, Elisabeth mengalami kecelakaan lalu lintas. Ia celaka di depan Puskesmas Liliba saat menjemput anak sekolah langganannya.

Julio pun menggantikan sementara peran sang ibu mengantar jemput anak sekolah langganan saat jedah tes. Demikian pula tugas-tugas koster di gereja diambil alih oleh Julio, kakak dan dua adiknya.

Saat mengikuti tes kesehatan I, Julio juga menghadapi kendala lagi. Ibu nya harus bolak balik ke rumah sakit menjaga sang nenek yang sedang sakit dan menjalani rawat inap.

Julio sendiri masuk urutan kelima saat perangkingan sementara dalam saat sidang kelulusan sementara menuju pemeriksaan kesehatan II

Ketika ujian kesamaptaan jasmani, Julio galau dengan kemampuannya. Ia memang yakin dengan usahanya selama ini karena setelah sekolah dan membantu pekerjaan ibunya, Julio selalu menyempatkan waktu berlatih olahraga secara mandiri di GOR Oepoi Kupang.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Iseng, Bocah di Kupang Tembak Rekannya Dengan Senapan Angin Berujung Meninggal Dunia

Iseng, Bocah di Kupang Tembak Rekannya Dengan Senapan Angin Berujung Meninggal Dunia

Pria di Kupang Diamankan Polisi Pasca Ancam Warga Dengan Pisau

Pria di Kupang Diamankan Polisi Pasca Ancam Warga Dengan Pisau

IRT di Kabupaten TTS Sekarat Dianiaya dengan Parang

IRT di Kabupaten TTS Sekarat Dianiaya dengan Parang

Lansia di Flores Timur Dianiaya Dua Pemuda

Lansia di Flores Timur Dianiaya Dua Pemuda

Curi Perhiasan Emas Kerabat Untuk Miras, Pemuda di Kupang Dibekuk Tim Resmob Polresta Kupang Kota

Curi Perhiasan Emas Kerabat Untuk Miras, Pemuda di Kupang Dibekuk Tim Resmob Polresta Kupang Kota

Dibantu Istri Yang Kerja di SPBU, Guru di Sumba Barat Daya Timbun BBM di Rumah Tanpa Izin Resmi

Dibantu Istri Yang Kerja di SPBU, Guru di Sumba Barat Daya Timbun BBM di Rumah Tanpa Izin Resmi

Komentar
Berita Terbaru