Kamis, 30 Juli 2026

Perjuangan Anak Koster Gereja Yang Juga Tukang Ojek Raih Mimpi Jadi Bintara Polri

Imanuel Lodja - Sabtu, 05 Juli 2025 15:32 WIB
Perjuangan Anak Koster Gereja Yang Juga Tukang Ojek Raih Mimpi Jadi Bintara Polri
ist
Perjuangan Anak Koster Gereja Yang Juga Tukang Ojek Raih Mimpi Jadi Bintara Polri Secara Gratis

Pagi hari saat ke Polda NTT untuk mengikuti ujian jasmani, ia singgah di rumah salah satu majelis gereja yang sudah dianggap sebagai orang tua asuh.

Baca Juga:

Ia berdoa dan mendapatkan pesan dari ibu majelis. "Julio, kita orang miskin dan tidak punya apa-apa. Berjuanglah sampai titik darah penghabisan. Tunjukkan walau kita tidak punya apa-apa tapi kamu mampu melewati tes ini".

Pesan ini selalu diingat. Saat ujian item lari, Julio sempat lelah dan ingin menyerah. Namun di telinganya selalu terdengar bisikan dari Ibu majelis bahwa miskin bukan menjadi penghalang meraih sukses. Hasilnya, ia meraih nilai maksimal.

Ia mampu melalui lintasan lari delapan putaran lebih dalam waktu 12 menit. Item lainnya juga diraih dengan nilai maksimal. Julio pun bertengger di urutan pertama untuk Polresta Kupang Kota. Posisi ini terus dipertahankan hingga pengumuman akhir.

Disela-sela mengikuti tahapan seleksi, Julio tetap membantu ibunya memelihara ternak babi, menjadi tukang ojek dan membersihkan gereja. Ia juga aktif dalam kegiatan-kegiatan rohani di gereja termasuk kegiatan pemuda GMIT Emaus Liliba.

Sang paman, Zadrak Dawan juga bahagia dengan prestasi yang diraih Julio. Zadrak memperlakukan Julio dan kakak serta adik-adiknya seperti empat orang anak kandungnya.

Namun ia selalu mengajarkan kejujuran dan ketulusan kepada keempat anak maupun kepada Julio bersaudara.

Dari hasil mereka membantu pekerjaan sebagai tukang, Julio pun bisa membiayai sekolahnya sejak SMP dan SMA dan bisa meringankan beban sang ibu.

selama mengikuti tes, Julio juga belajar mandiri di rumah dan berlatih dengan tekun. Semua dilakukan saat pulang sekolah sehingga tidak mengganggu waktu belajar di sekolah.

Perjuangannya juga selalu dibawa dalam doa baik doa pribadi termasuk bersama sang ibu. Tidak lupa Julio rajin membawa nazar ke gereja setiap kali ibadah.

selain aktif di kegiatan pemuda gereja, Julio juga menjadi guru sekolah minggu di gereja GMIT Emaus Liliba.

Keaktifan ini karena didikan sang paman yang tidak akan memberi mereka makan jika tidak ke gereja.

Sang ibu pun berpesan kepada Julio agar tidak sombong dengan kelulusan ini tetapi tetap mengandalkan Tuhan karena setiap perjalanan dan perjuangan adalah karena Tuhan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Warga Desa Di Sumba Tengah Dilatih Pola Asuh Balita Cegah Stunting Dan Pertolongan Pertama Psikoligis

Warga Desa Di Sumba Tengah Dilatih Pola Asuh Balita Cegah Stunting Dan Pertolongan Pertama Psikoligis

Polres Manggarai Barat Intensifkan Pengamanan Pasca Bentrok Warga

Polres Manggarai Barat Intensifkan Pengamanan Pasca Bentrok Warga

Dua Kelompok Massa di Manggarai Barat Bentrok Soal Sengketa Lahan

Dua Kelompok Massa di Manggarai Barat Bentrok Soal Sengketa Lahan

Cuaca Ekstrim Hingga Suhu 7 Derajat Diduga Picu Kematian Mendadak Puluhan Sapi Milik Warga TTS

Cuaca Ekstrim Hingga Suhu 7 Derajat Diduga Picu Kematian Mendadak Puluhan Sapi Milik Warga TTS

BK Rekomendasikan Pemberhentian Sementara Tiga Anggota DPRD Kabupaten TTU Namun Tetap Dapat Hak Keuangan

BK Rekomendasikan Pemberhentian Sementara Tiga Anggota DPRD Kabupaten TTU Namun Tetap Dapat Hak Keuangan

Kakanwil Ditjen Imigrasi NTT Tekankan Integritas dan Profesionalisme Saat Lantik Pejabat Struktural Dan Fungsional

Kakanwil Ditjen Imigrasi NTT Tekankan Integritas dan Profesionalisme Saat Lantik Pejabat Struktural Dan Fungsional

Komentar
Berita Terbaru