Senin, 14 September 2026

Tikam Istri Hingga Tewas, Pria Di Sabu Raijua Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Imanuel Lodja - Kamis, 11 Juni 2026 18:30 WIB
Tikam Istri Hingga Tewas, Pria Di Sabu Raijua Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
net
Ilustrasi.

digtara.com - Aparat keamanan Polres Sabu Raijua mengamankan MLPG alias Marthen (42) terkait KDRT dan menikam istrimya dengan pisau.Warga RT 003/RW 002, Desa Raenyale, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua ini menjadi tersamgka penganiayaan yang menyebabkan istrinya, OMR alias Orpa (37) meninggal dunia.

Baca Juga:

Marthen yang sehari-hari bekerja sebagai tukang batu sudah diamankan dalam Rutan Polrea Sabu Raijua.

"(Tersangka) sudah diamankan dan ditahan," ujar Kapolres Sabu Raijua, AKBP Paulus Naatonis dalam keterangannya pada Rabu (10/6/2026).

Marthen pun dijerat dengan pasal 44 ayat (3) Undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

"Ancaman hukuman 15 tahun penjara," tambah Kapolres Sabu Raijua.

Kapolres beralasan kalau pelaku dan korban merupakan pasangan suami istri yang sah sehingga diterapkan Undang-undang KDRT.

Baca Juga:
"Karena mereka suami istri sah jadi Undang-undang KDRT yang digunakan," tandas Kapolres.

Korban ditikam dengan pisau pada Rabu (10/6/2026) subuh sekitar pukul 01.00 Wita di dalam kamar tidur korban dan pelaku.

Diperoleh informasi kalau sehari sebelumnya, Selasa (9/6/2026) sempat terjadi selisih paham antara pelaku dan korban.

Saat itu, korban keluar dari rumah tanpa seizin pelaku yang merupakan suami korban.

Korban yang pergi sejak pukul 05.00 Wita baru kembali ke rumah sekitar pukul 19.00 Wita.

Pelaku menanyakan aktivitas korban, namun pelaku bertanya balik kepada pelaku yang juga baru pulang ke rumah.

Pelaku beralasan kalau ia baru pulang mengikuti kegiatan ibadah rumah tangga di rumah Ketua RT 003, John Haba Radja.

Keduanya masuk kamar tidur. Saat itulah korban meminta sejumlah uang kepada pelaku untuk membeli seragam sekolah untuk anak mereka.

Namun pelaku mempertanyakan penggunaan dana Program Keluarga Harapan (PKH) yang sebelumnya diterima korban pada bulan Mei 2026 sebesar Rp1.400.000.

Korban tersinggung dan menjawab dengan nada kasar.

Baca Juga:
Korban mengambil sebilah pisau yang di samping tempat tidur dan berupaya menyerang pelaku.

Pelaku mengaku merebut pisau dari tangan korban dan menikam korban hingga terluka.

Korban berteriak meminta pertolongan sehingga anak kandung korban dan pelaku MAK alias Melan (14) menangis di depan kamar.

Teriakan korban mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Bolos Tugas Berbulan-bulan, Anggota Polres Sabu Raijua Jadi DPO

Bolos Tugas Berbulan-bulan, Anggota Polres Sabu Raijua Jadi DPO

Sepeda Motor Curian di Sabu Raijua Ditemukan di Tempat Pesta, Polisi Selidiki Pelaku

Sepeda Motor Curian di Sabu Raijua Ditemukan di Tempat Pesta, Polisi Selidiki Pelaku

Warga Sabu Raijua Ditemukan Meninggal di Atas Perahu Motor

Warga Sabu Raijua Ditemukan Meninggal di Atas Perahu Motor

Berkas Perkara Lengkap, Dua Ibu Penjual Obat Tanpa Izin di Sabu Raijua Diserahkan ke Kejaksaan

Berkas Perkara Lengkap, Dua Ibu Penjual Obat Tanpa Izin di Sabu Raijua Diserahkan ke Kejaksaan

Mobil Anggota Koramil Seba Dilempari Batu, Polisi Amankan Satu Remaja Dan Pria Dewasa

Mobil Anggota Koramil Seba Dilempari Batu, Polisi Amankan Satu Remaja Dan Pria Dewasa

Kasus Suami Tikam Istri Hingga Tewas di Sabu Raijua P21, Penyidik Limpahkan Tersangka ke Kejaksaan

Kasus Suami Tikam Istri Hingga Tewas di Sabu Raijua P21, Penyidik Limpahkan Tersangka ke Kejaksaan

Komentar
Berita Terbaru