Senin, 08 Juni 2026

Dirjen Puji Raharjo: Pelayanan Haji Ramah Lansia, Disabilitas dan Perempuan Tak Sekedar Tagline, Banyak Testimoni Jemaah Puas

Haji 2026
Ahsan Fauzi - Senin, 08 Juni 2026 17:01 WIB
Dirjen Puji Raharjo: Pelayanan Haji Ramah Lansia, Disabilitas dan Perempuan Tak Sekedar Tagline, Banyak Testimoni Jemaah Puas
Ahsan Fauzi / MCH 2026
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (BPHU) Kementerian Haji dan Umrah RI, Puji Rahardjo saat menyapa dengan jemaah haji Kloter 7 Embarkasi Lombok di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Minggu (07/06/2026) malam

digtara.com - Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (BPHU) Kementerian Haji dan Umrah RI, Puji Rahardjo mengunjungi jemaah haji Kloter 7 Embarkasi Lombok di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Minggu (07/06/2026).Puji Raharjo menemui hampir semua jemaah haji lansia dan perempuan.

Baca Juga:

Ia pun berbincang dengan jemaah haji perempuan.

"Ibu gimana kabarnya," kata Puji bertanya.

"Sehat," jawab ibu itu.

"Bagaimana layanan petugas bu," ujarnya Puji lagi.

"Makanannya enak," kata perempuan berkudung putih itu sembari tersenyum.

Baca Juga:
"Jaga kesehatan yah bu," katanya Puji menutup perbincangan singkat.

Penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M dinilai menunjukkan kemajuan dalam penerapan layanan yang ramah bagi kelompok rentan, terutama lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah catatan yang akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan haji pada tahun mendatang.

Puji Raharjo, mengatakan tema besar penyelenggaraan haji tahun ini memang fokuskan pada pelayanan yang lebih inklusif bagi jamaah.

"Haji kita tahun ini memang tagline-nya adalah haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan," kata Puji Rahardjo.

Menurut Puji, berbagai testimoni yang diterima dari jamaah menunjukkan bahwa pelayanan bagi lansia mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Hal itu juga terlihat dari respons para jamaah lanjut usia yang ditemui langsung selama pelaksanaan ibadah haji.

"Terkait dengan ramah lansia, sudah banyak testimoni dari jamaah. Tadi kita juga melihat langsung dua jamaah lansia dan respons mereka cukup baik terhadap pelayanan yang diberikan," ujarnya.

Selain itu, pelayanan bagi penyandang disabilitas juga mendapat apresiasi.

Tahun ini pemerintah melibatkan secara aktif Komisi Nasional Disabilitas (KND) dalam berbagai tahapan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji.

Baca Juga:
"Kami bekerja sama dengan Komnas Disabilitas dan melibatkan mereka sejak tahapan persiapan sampai penyelenggaraan. Alhamdulillah, berdasarkan testimoni dari teman-teman disabilitas, layanan yang diberikan tahun ini cukup mendapat apresiasi," kata Puji.

Ia menegaskan bahwa kelompok disabilitas merupakan jamaah yang memerlukan perhatian khusus sehingga pemerintah terus berupaya menghadirkan layanan yang lebih aksesibel dan inklusif.

Sementara itu, dalam aspek pelayanan perempuan, pemerintah melakukan sejumlah langkah strategis sejak awal proses persiapan haji.

Salah satunya dengan meningkatkan jumlah petugas perempuan di berbagai sektor layanan.

Menurut Puji, musim haji 2026 menjadi penyelenggaraan haji dengan jumlah petugas perempuan terbanyak dibandingkan periode sebelumnya.

"Sejak awal kami mendesain layanan yang lebih ramah perempuan, termasuk melalui rekrutmen petugas perempuan yang lebih banyak. Musim haji tahun ini merupakan yang terbanyak jumlah petugas perempuannya," jelasnya.

Tidak hanya pada layanan umum, pemerintah juga menambah jumlah pembimbing ibadah perempuan serta petugas kesehatan perempuan.

Kebijakan tersebut diambil karena mayoritas jamaah haji Indonesia merupakan perempuan.

"Karena jamaah haji Indonesia sebagian besar perempuan, maka petugas perempuan baik di layanan umum, layanan kesehatan maupun layanan ibadah kita tingkatkan," katanya.

Meski demikian, Puji mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu dibenahi, khususnya terkait fasilitas toilet bagi jamaah perempuan di kawasan Mina.

Baca Juga:
Menurutnya, ketersediaan toilet di Mina masih belum sepenuhnya memenuhi harapan dan kebutuhan jamaah.

"Memang catatannya soal perempuan ini terkait ketersediaan toilet di Mina yang belum sesuai dengan harapan kita. Walaupun kemarin masih ada kekurangan di sana-sini, insyaallah ke depan kita akan berusaha meningkatkan layanan tersebut," ujarnya.

Puji berharap berbagai evaluasi yang diperoleh selama musim haji tahun ini dapat menjadi dasar perbaikan sehingga penyelenggaraan haji Indonesia ke depan semakin nyaman, inklusif, dan berpihak kepada seluruh jamaah, terutama kelompok yang membutuhkan perhatian khusus. (San).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ahsan Fauzi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Exit Meeting Amirul Hajj 2026, Perlu Penguatan Layanan Haji Ramah Lingkungan di Kawasan Armuzna dengan Mengurangi Sampah Plastik

Exit Meeting Amirul Hajj 2026, Perlu Penguatan Layanan Haji Ramah Lingkungan di Kawasan Armuzna dengan Mengurangi Sampah Plastik

Patuna Travel Berangkatkan 1.008 Jemaah Haji Khusus, Pembimbing Nilai Pelaksanaan Haji 2026 Berjalan Nyaman dan Lancar

Patuna Travel Berangkatkan 1.008 Jemaah Haji Khusus, Pembimbing Nilai Pelaksanaan Haji 2026 Berjalan Nyaman dan Lancar

Jemaah Haji Sulsel Pulang Bak Fashion Show, Menhaj: Tradisi yang Menarik dan Menghibur

Jemaah Haji Sulsel Pulang Bak Fashion Show, Menhaj: Tradisi yang Menarik dan Menghibur

Lepas Kloter UPG 7 di Bandara Jeddah, Menhaj Apresiasi Kedisiplinan Jemaah Sulsel

Lepas Kloter UPG 7 di Bandara Jeddah, Menhaj Apresiasi Kedisiplinan Jemaah Sulsel

Membangun Ekosistem Haji Masa Depan: Ramah Perempuan, Lansia, Difabel dan Lingkungan

Membangun Ekosistem Haji Masa Depan: Ramah Perempuan, Lansia, Difabel dan Lingkungan

Penyandang Tunanetra Apresiasi Layanan Haji 2026, Harapkan Regulasi Disabilitas Segera Diimplementasikan

Penyandang Tunanetra Apresiasi Layanan Haji 2026, Harapkan Regulasi Disabilitas Segera Diimplementasikan

Komentar
Berita Terbaru