Patuna Travel Berangkatkan 1.008 Jemaah Haji Khusus, Pembimbing Nilai Pelaksanaan Haji 2026 Berjalan Nyaman dan Lancar
digtara.com - Penyelenggara haji khusus Patuna Travel menilai pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026 M berlangsung lancar dan memberikan pengalaman yang nyaman bagi jemaah. Dukungan pelayanan dari otoritas haji Arab Saudi serta pengelolaan perjalanan yang terstruktur menjadi faktor penting keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini.Pembimbing Ibadah Patuna Travel, Fachrur Rozi, mengatakan seluruh rangkaian ibadah yang dijalani rombongannya berjalan sesuai rencana sejak keberangkatan dari Indonesia hingga menjelang kepulangan ke Tanah Air.
Baca Juga:
Ia menjelaskan, proses keberangkatan menuju Arafah berjalan tepat waktu sehingga jemaah sudah berada di lokasi sebelum Subuh. Kondisi tersebut membuat jemaah lebih siap menjalani wukuf yang merupakan puncak pelaksanaan ibadah haji.
Setelah wukuf, rombongan melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah dengan skema murur, kemudian menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan Tawaf Ifadah sebelum kembali ke Mina untuk melontar Jumrah Aqabah.
Menurut Fachrur, penggunaan hotel transit menjadi salah satu keunggulan layanan yang membuat jemaah dapat beristirahat lebih nyaman di tengah padatnya aktivitas selama hari-hari tasyrik.
"Kami bolak-balik dari tenda Mina ke hotel transit. Jemaah bisa beristirahat dengan baik sebelum kembali melaksanakan lontar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah," katanya.
Baca Juga:Rombongan Patuna mengambil nafar awal sehingga seluruh rangkaian wajib haji selesai pada 12 Zulhijah. Setelah itu, jemaah kembali ke Makkah untuk memperbanyak ibadah di Masjidil Haram, melaksanakan umrah sunnah, dan menunggu pelaksanaan Tawaf Wada sebelum bertolak ke Jeddah.
Sementara itu, Pembimbing Ibadah Patuna Travel, Dr. Ruslan Husein, mengungkapkan bahwa pada musim haji tahun ini Patuna memberangkatkan sebanyak 1.008 jemaah haji khusus yang terbagi dalam 26 bus.
"Jumlah ini cukup besar dan mungkin menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia untuk penyelenggara haji khusus," ujar Ruslan.
Menurutnya, tugas utama para pembimbing adalah memastikan seluruh jemaah memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji, mulai dari rukun, kewajiban, hingga amalan-amalan sunnah agar ibadah dapat dijalankan secara benar dan sempurna.
Ruslan menilai penyelenggaraan haji tahun ini berjalan cukup baik, baik bagi jemaah haji khusus maupun jemaah haji reguler. Menurutnya, seluruh jemaah memperoleh pelayanan yang baik dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
Ia mengakui tantangan terbesar tahun ini adalah cuaca panas ekstrem yang dirasakan jemaah, terutama saat berada di Arafah. Namun, berkat koordinasi yang baik antara petugas dan jemaah, seluruh rangkaian ibadah dapat dilaksanakan dengan lancar.
"Jumlah jemaah tahun ini cukup besar dan cuaca juga cukup panas, terutama saat di Arafah. Namun alhamdulillah semuanya bisa berjalan dengan baik," ujarnya.
Ruslan menjelaskan bahwa jemaah Patuna dibagi ke dalam beberapa kelompok, yakni kelompok ungu, biru, dan cokelat, dengan durasi perjalanan yang berbeda-beda. Ia sendiri mendampingi kelompok cokelat akhir dengan masa perjalanan sekitar 20 hari.
Rute perjalanan kelompok tersebut dimulai dari Madinah, dilanjutkan ke Makkah, Mina, kembali ke Makkah, kemudian menuju Jeddah sebagai destinasi terakhir sebelum pulang ke Indonesia.
Baca Juga:Menjelang kepulangan, jemaah juga menikmati suasana Kota Jeddah dan kawasan pesisir Laut Merah setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah.
"Semoga seluruh jemaah haji, baik yang khusus maupun reguler, memperoleh haji yang mabrur dan mabrurah," tutup Ruslan. (San).
Jemaah Haji Sulsel Pulang Bak Fashion Show, Menhaj: Tradisi yang Menarik dan Menghibur
Lepas Kloter UPG 7 di Bandara Jeddah, Menhaj Apresiasi Kedisiplinan Jemaah Sulsel
Membangun Ekosistem Haji Masa Depan: Ramah Perempuan, Lansia, Difabel dan Lingkungan
Penyandang Tunanetra Apresiasi Layanan Haji 2026, Harapkan Regulasi Disabilitas Segera Diimplementasikan
PPDI Kalsel Apresiasi Layanan Haji Ramah Disabilitas, Usulkan Pendataan Lebih Detail