Jemaah Haji Sulsel Pulang Bak Fashion Show, Menhaj: Tradisi yang Menarik dan Menghibur
digtara.com - Kepulangan jemaah haji asal Sulawesi Selatan kembali menjadi perhatian di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Penampilan para jemaah yang mengenakan busana muslimah beragam warna dengan sentuhan khas Timur Tengah menciptakan pemandangan yang menarik perhatian para petugas maupun sesama jemaah dari negara lain.Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyebut fenomena tersebut sebagai bagian dari tradisi dan ekspresi budaya yang telah lama melekat pada jemaah asal Sulawesi Selatan.
Baca Juga:
- Dukung Pengelolaan Haji Profesional, UIN Sunan Kudus Siap Gelar Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah ke-5 di Semarang
- KBIHU Babussalam NU Temanggung Sukses Dampingi 580 Jemaah Haji 2026, Siap Sambut Pembinaan Haji 2027 Lebih Optimal
- Juleha Demak Kompak Bayar Dam Tamattu di Tanah Air, Beri Manfaat yang Lebih Luas Bagi Masyarakat
Fenomena yang kerap dijumpai hampir setiap musim haji ini sering membuat rombongan jemaah Sulawesi Selatan tampak seperti sedang mengikuti peragaan busana. Dengan langkah beriringan dan busana yang serasi, para jemaah tampil percaya diri namun tetap santun sesuai adab berhaji.
Bagi jemaah asal Bone, Makassar, dan berbagai daerah lain di Sulawesi Selatan, membeli pakaian khas Arab Saudi telah menjadi bagian dari pengalaman perjalanan ibadah. Di sela waktu luang atau saat mengikuti city tour, sebagian jemaah menyempatkan diri berbelanja busana muslim, abaya, gamis, hingga berbagai cendera mata untuk keluarga di tanah air.
Tidak sedikit dari pakaian yang baru dibeli tersebut kemudian dikenakan saat perjalanan pulang. Karena dipakai secara bersamaan oleh banyak anggota rombongan, muncul kesan unik yang sering menarik perhatian masyarakat dan petugas bandara.
Tradisi ini juga menjadi bagian dari kegembiraan jemaah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji. Selain membawa oleh-oleh untuk keluarga, mereka ingin membawa pulang kenangan dari Tanah Suci yang diwujudkan melalui busana khas yang dibeli selama berada di Arab Saudi.
Baca Juga:Meski tampil modis, Menhaj menegaskan bahwa yang terpenting adalah tetap menjaga kesederhanaan, tidak berlebihan, dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai syariah. Selama batas-batas tersebut dijaga, tradisi tersebut dinilai sebagai bentuk kearifan lokal yang patut dihargai.
Di tengah suasana kepulangan yang penuh haru dan kebahagiaan, barisan jemaah Sulawesi Selatan dengan busana khas mereka menjadi warna tersendiri di bandara. Kehadiran mereka bukan hanya menunjukkan semangat membawa kenangan dari Tanah Suci, tetapi juga menghadirkan pemandangan yang unik, menarik, dan cukup menghibur bagi siapa saja yang melihatnya. (San).
Dukung Pengelolaan Haji Profesional, UIN Sunan Kudus Siap Gelar Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah ke-5 di Semarang
KBIHU Babussalam NU Temanggung Sukses Dampingi 580 Jemaah Haji 2026, Siap Sambut Pembinaan Haji 2027 Lebih Optimal
Juleha Demak Kompak Bayar Dam Tamattu di Tanah Air, Beri Manfaat yang Lebih Luas Bagi Masyarakat
Haji Wafiq Guru Asal Demak Ajak Tenaga Pendidik Menabung Sejak Dini untuk Naik Haji
Ahsan Fauzi, Anggota MCH PPIH 2026: Tugasku Ibadahku