Senin, 15 Juni 2026

Jatuh dari Pohon, Warga Amfoang-Kupang Meninggal Dunia

Imanuel Lodja - Rabu, 24 September 2025 07:56 WIB
Jatuh dari Pohon, Warga Amfoang-Kupang Meninggal Dunia
ist
Polisi melakukan olah TKP di lokasi warga terjatuh karena memotong pohon Deras di Amfoang

digtara.com -Piter Bani (61), warga Oemolo, Dusun V, Desa Honuk, kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang ditemukan meninggal dunia pada Senin, 22 September 2025 petang.

Baca Juga:

Piter jatuh dari pohon Deras di Dusun V Oemolo, Desa Honuk, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang.

Kapolsek Amfoang Utara, Iptu Valen Beribe membenarkan kejadian ini saat dikonfirmasi pada Selasa (23/9/2025) malam.

"Telah terjadi kasus orang jatuh dari atas pohon Deras dan meninggal dunia atas nama Piter Bani," ujar Kapolsek.

Kapolsek menyebutkan kalau pada Senin pagi, korban pamit dengan istrinya Dorkas Akulas untuk ke kebun baru.

Korban ingin membersihkan lahan kebun baru dengan menebang kayu di hutan (Naepelu)

Jarak rumah korban dengan lokasi kebun baru sekitar 10 kilometer.

Sampai di kebun, korban memanjat pohon Deras untuk memotong dahan kayu Deras.

Tinggi pohon Deras kurang lebih tujuh meter dengan diameter pohon 300 centimeter.

Korban memotong dahan kayu Deras dengan sebilah parang.

"Diduga saat korban sementara berada di atas pohon Deras dan memotong dahan menggunakan parang dan saat dahan patah jatuh ke tanah ujung dahan mengenai kepala korban sehingga tidak ada keseimbangan dan korban terjatuh ke tanah," urai Kapolsek.

Senin petang, Daniel Takaeb (50) dan istrinya Ferderika Saidjan sedang berada di pondok kebun tidak jauh dari lokasi korban menebang pohon.

Pasangan suami istri ini mendengar ada teriakan korban memanggil nama Daniel.

Daniel langsung lari mengecek korban. Ia mendapati korban sudah berada di bawah pohon Deras.

Daniel menemukan korban dengan posisi kepala berdarah dan terluka.

Daniel langsung membawa korban ke pinggir kebun dan menyuruh istrinya pergi ke perkampungan untuk meminta bantuan.

Luter Imanuel Manoh pun datang dan membantu mengevakuasi korban dengan cara dipikul.

Di pertengahan perjalanan, mereka bertemu istri korban dan masyarakat yang berdatangan ke lokasi kejadian.

Masyarakat bergotong royong mengevakuasi korban menggunakan tandu ke rumah.

Mereka juga menghubungi tim medis untuk memeriksa korban.

Kurang lebih satu jam menunggu, Metty dari Pustu datang ke rumah dan memeriksa kondisi korban.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Respon Keluhan Warga, Polda NTT Pastikan Tak Ada Pengurangan Isi Gas

Respon Keluhan Warga, Polda NTT Pastikan Tak Ada Pengurangan Isi Gas

Modus Jual Tiket Palsu, Calo Tiket di Kupang Diamankan Tim URC Resmob Polda NTT

Modus Jual Tiket Palsu, Calo Tiket di Kupang Diamankan Tim URC Resmob Polda NTT

SMA Negeri 1 Kupang Gandeng Polisi-Jaksa Dan Ombudsman Sosialisasikan Proses SPMB

SMA Negeri 1 Kupang Gandeng Polisi-Jaksa Dan Ombudsman Sosialisasikan Proses SPMB

Aniaya Gadis Dibawah Umur, ASN di Kota Kupang Segera Disidangkan

Aniaya Gadis Dibawah Umur, ASN di Kota Kupang Segera Disidangkan

Pasutri di Kupang Ribut Gara-gara Dana PKH

Pasutri di Kupang Ribut Gara-gara Dana PKH

Puluhan Remaja Di Kupang Rusaki Fasilitas Sekolah, Orang Tua Siap Ganti Rugi

Puluhan Remaja Di Kupang Rusaki Fasilitas Sekolah, Orang Tua Siap Ganti Rugi

Komentar
Berita Terbaru