Terpisah Dari Rombongan, WNA Cina Meninggal di Pantai Pink Manggarai Barat
digtara.com -Zou Huarong (29), seorang perempuan yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Cina meninggal saat melakukan kegiatan wisata di pink beach 2 Kawasan Taman Nasional Kabupaten Manggarai Barat, NTT pada Selasa (25/8/2026).
Baca Juga:
Sejak Senin (24/8/2026), korban dan rombongan berwisata dengan kapal My Moon GT 89 dengan nahkoda Adrianus Rolin dan ABK Leonardus Fandy dan guide (pemandu), Joshua De Rozari (28).
Kapal ditumpangi sejumlah wisatawan pria dan wanita asal Cina, Israel dan Switzerland termasuk ABK dan guide asal Indonesia.
Para penumpang yakni Angelus F W Abut bersama Chen Xiaoqin (perempuan/WNA Cina), Daerianus Darmin (Laki-laki/Indonesia), Leonardus Fandy (Laki-laki/Indonesia), Linus Leander Weiss (Laki-laki/Switzerland)
Selain itu Ma Jingying (Perempuan/Cina), Micha Jonas Waldmeier (Laki-laki/Switzerland), Ori Zhaky (Laki-laki/Israel), Qiao Rui (Perempuan/Cina), Shira Foner (Perempuan/Israel).
Baca Juga:Valentin Aladin (Laki-laki/Switzerland), Wang Chengbao (Laki-laki/Cina), Yves Rey (Perempuan/Switzerland) dan Zou Huarong (Perempuan/Cina/korban)
Korban dan wisatawan lain sudah melakukan trip wisata ke kawasan TNK selama dua hari menggunakan kapal Phinisi My Moon sejak Senin, 24 Agustus 2026.
Pada Selasa, 25 Agustus 2026 pagi sekitar pukul 05.10 Wita, korban bersama dengan grup tamu wisatawan lainnya melakukan tracking di Pulau Padar.
Usai tracking di Pulau Padar dilanjutkan wisata ke Long Beach dilanjutkan dengan kegiatan briefing oleh guide kepada tamu wisatawan.
Para tamu wisatawan termasuk korban turun dari kapal untuk melakukan sesi foto-foto di Long Beach.
Setelah melakukan briefing rupanya korban meninggalkan grup dan tidak berada bersama tamu-tamu lainnya.
Baru lah pada pukul 09.30 Wita, pihak guide mendapat informasi dari tamu kapal lain bahwa ada wisatawan asing yang tenggelam di lokasi Pink Beach 2.
Setelah dilakukan pengecekan didapati bahwa korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri dan sementara dilakukan pertolongan pertama (RPG).
Karena korban belum sadarkan diri maka pihak guide dan petugas TNK menggunakan speed boat Matahari 7 milik TNK mengevakuasi korban ke Labuan Bajo.
Baca Juga:Korban tiba di dermaga Water Front Labuan Bajo dan langsung dibawa ke RS Siloam Labuan Bajo dan langsung mendapat penanganan medis oleh tim dokter di RS Siloam Labuan Bajo.
Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Komodo untuk dikremasi dan selanjutnya dibawa ke negara asalnya Cina.
Diduga saat itu korban tenggelam saat melakukan snorkeling sendirian setelah terpisah dari pengawasan kelompok dan pemandu serta teman-temannya.
Saat itu rombongan kapal My Moon melakukan aktivitas di lokasi Long Beach, namun korban ditemukan tenggelam di Pink Beach 2 oleh tamu dari kapal lain.
Adanya indikasi korban berpindah lokasi sendirian, dengan berjalan menyusuri pantai dan berenang menjauh tanpa disadari oleh guide yang mendampingi korban dengan kelompoknya.
Baca Juga:Jenazah korban disemayamkan di kamar mayat RSUD Pratama Labuan Bajo sambil menunggu pihak keluarga berkoordinasi dengan Kedubes Cina di Indonesia untuk selanjutnya korban di bawa ke negara asalnya Cina.
Sementara itu rombongan yang lain atau satu kelompok dengan korban mash melanjutkan trip wisata menggunakan kapal My Moon dan baru selesai trip pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Diduga kuat korban kelelahan setelah tracking subuh sehingga korban memisahkan diri dari rombongan.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang yang dikonfirmasi pada Selasa membenarkan kejadian ini.
Anggota Polairud Polda NTT Gelar Sholat Istighosah dan Doa Bersama untuk Korban Gempa Bumi Flores
Berkas P21, Ditres PPA dan PPO Polda NTT Serahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak ke JPU
Ratusan Liter Miras Ilegal Siap Edar Diamankan Polres Alor
Aneka Bantuan Ketua Umum Bhayangkari Diangkut KP Bima-7014 Bagi Korban Gempa Bumi di Flores-NTT
Tragis! Petani di Kabupaten TTS Tewas Dihajar Istri Dengan Besi