Akses Terbatas, Warga Korban Gempa di Pulau Palu'e-Sikka Dievakuasi Pakai Helikopter
digtara.com -Gempa magnitudo 7,7 pada akhir pekan lalu banyak berdampak bagi warga di Flores, NTT.
Baca Juga:
Ditengah situasi darurat pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, dua warga terdampak berhasil dievakuasi menuju Maumere, Jumat (21/8/2026).
Keduanya memiliki kondisi yang membutuhkan penanganan segera. Maria Noni (71), warga Cawalo, Desa Rokirole, mengalami patah tulang paha kiri bagian bawah setelah tertimpa reruntuhan bangunan rumah.
Sementara Maria Angela Ngei (30), warga Desa Rokirole, harus dievakuasi dalam kondisi hamil dan siap bersalin.
Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 10.28 WITA di lapangan futsal Karang Mas, Dusun Mudemi, Desa Reruwairere, Kecamatan Maumere.
Baca Juga:Dua armada udara dikerahkan, yakni Helikopter BNPB Airbus H125 9292 dan Helikopter PK-CAY BEII429, untuk mendukung proses pemindahan korban dari wilayah Palue menuju daratan Maumere.
Bagi kedua korban, helikopter menjadi jembatan keselamatan ketika kondisi geografis dan situasi pascabencana membuat akses menuju fasilitas kesehatan menjadi tidak mudah.
Maria Noni, perempuan berusia 71 tahun, mengalami cedera serius setelah tubuhnya terdampak runtuhan bangunan rumah akibat gempa.
Patah tulang paha yang dialaminya membutuhkan penanganan medis lebih lanjut agar kondisinya dapat segera ditangani secara tepat.
Di sisi lain, Maria Angela Ngei berada dalam kondisi yang tak kalah membutuhkan perhatian.
Kondisi kedua korban menjadi alasan kuat dilakukannya evakuasi melalui jalur udara. Kecepatan menjadi faktor penting agar keduanya dapat segera memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis lanjutan di Maumere.
Para korban mendapatkan pendampingan selama proses pemindahan hingga menuju armada udara. Kondisi mereka dipantau agar proses evakuasi dapat berlangsung dengan aman.
Evakuasi dalam situasi bencana membutuhkan ketepatan di setiap tahapan. Mulai dari pemindahan korban, penempatan di dalam armada, hingga perjalanan menuju lokasi tujuan, seluruh proses harus memperhatikan kondisi masing-masing korban.
Bagi Maria Noni, cedera akibat reruntuhan membutuhkan penanganan dengan memperhatikan kondisi tulang yang mengalami patah. Sementara bagi Maria Angela, kondisi kehamilan yang sudah siap bersalin membutuhkan pengawasan medis agar keselamatan ibu dan calon bayi tetap menjadi prioritas.
Baca Juga:Pulau Palue sendiri memiliki tantangan geografis tersendiri. Dalam situasi pascabencana, keterbatasan akses semakin terasa ketika warga membutuhkan pelayanan medis dengan segera.
Umat Muslim Polresta Kupang Kota Doakan Korban Gempa Flores
Pohon Tumbang di Depan Sekolah di Kupang Nyaris 'Makan Korban'
Tim SAR Kerahkan Tambahan Tenaga Kesehatan Perkuat Layanan Kesehatan di Manggarai Timur
Warga Mengungsi Karena Rumah Rusak Terkena Gempa, Kerbau Malah Dicuri Orang
Pamit Cari Ikan, Warga Malaka Ditemukan Meninggal Dunia Dalam Kali