Polres Manggarai Barat Patroli Hingga Subuh Jamin Keamanan Permukiman dan Wisatawan Pasca-Gempa
digtara.com -Pasca-gempa tektonik magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores, Polres Manggarai Barat mengintensifkan patroli malam dan legiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) mulai Sabtu (15/8/2026) malam hingga Minggu (16/8/2026) dini hari
Baca Juga:
Guncangan gempa utama yang berpusat di 30 kilometer Timur Laut Mbay, Nagekeo pada Sabtu pagi pukul 05.58 WITA sempat memicu aktivasi peringatan dini tsunami oleh BMKG.
Meski status peringatan dini telah resmi dicabut, sebagian masyarakat Labuan Bajo memilih untuk tidur di luar rumah maupun mengungsi mandiri di tenda-tenda darurat guna mengantisipasi gempa susulan.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang yang memimpin kesiapsiagaan jajaran Kepolisian menegaskan bahwa keselamatan serta ketenangan masyarakat dan para pelancong merupakan prioritas mutlak institusi Polri di masa tanggap darurat.
"Keselamatan jiwa, harta benda masyarakat, serta kenyamanan para wisatawan di Labuan Bajo adalah prioritas tertinggi kami (Salus Populi Suprema Lex Esto). Ketika masyarakat harus tidur di luar rumah atau mengungsi sementara karena trauma gempa, Polri hadir secara masif di lapangan untuk memastikan permukiman yang mereka tinggalkan tetap aman dari spekulan kejahatan," tegas AKBP Christian Kadang.
Baca Juga:Sebanyak 184 personel gabungan diterjunkan dalam operasi kesiapsiagaan ini, mencakup Satuan Samapta, Sat Lantas, Sat Reskrim, Sat Intelkam, Sat Pamobvit, Dokkes hingga jajaran Polsek.
"Kami tidak ingin musibah bencana alam ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan aksi kriminalitas seperti pencurian rumah kosong atau penjarahan. Setiap celah kerawanan kita tutup rapat dengan pergerakan personel menyisir gang-gang permukiman hingga wilayah pesisir," tambahnya.
Sejak pukul 21.00 WITA hingga 04.30 WITA, armada patroli Presisi roda empat dan roda dua menyisir berbagai kawasan strategis.
Rute patroli meliputi kompleks pemukiman padat di kawasan kota, titik-titik tenda pengungsian mandiri warga, pusat perbelanjaan, hingga kawasan perbankan dan objek vital nasional.
Menggunakan pengeras suara publik (Public Address), tim patroli menyuarakan pesan-pesan edukatif secara persuasif dan menenangkan. Warga diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh kabar hoaks terkait isu tsunami susulan, mengingat peringatan resmi dari BMKG telah dinyatakan berakhir.
Selain pengamanan kawasan permukiman, tim Satuan Pengamanan Objek Vital (Sat Pamobvit) dikerahkan secara khusus untuk menyambangi kawasan sentra perhotelan, resor, dan pusat aktivitas wisatawan di sepanjang pesisir Pantai Labuan Bajo dan Marina.
Pendekatan dialogis dilakukan untuk meredam kecemasan (earthquake anxiety) yang dialami para pelancong domestik maupun mancanegara pasca-guncangan gempa kuat.
Menindaklanjuti laporan teknis terkait adanya fluktuasi ombak pesisir pasca-gempa, tim patroli juga melakukan pengawasan ketat terhadap debit air laut di area Pelabuhan Marina dan Kampung Ujung.
Hingga patroli berakhir pada Minggu dini hari, situasi Kamtibmas di seluruh wilayah hukum Polres Manggarai Barat dilaporkan dalam keadaan aman, kondusif, dan nihil dari insiden kriminalitas (zero crime).
"Puji Tuhan, berkat sinergi seluruh personel, TNI, Pemda, serta kesadaran masyarakat yang tinggi, selama pelaksanaan patroli malam pasca-gempa tidak ditemukan adanya gangguan Kamtibmas menonjol maupun aksi kejahatan 3C. Patroli dialogis dan pengawasan ketat ini akan terus kami lanjutkan secara berkala selama masa pemulihan pasca-bencana," tutup AKBP Christian.
Baca Juga:
Sejumlah Wilayah Terisolir Pasca Gempa Flores Mulai Bisa Diakses
Pemerintah dan Polri Percepat Penanganan Dampak Gempa Magnitudo 7,7 di Flores
Polri Kembali Kirim 3,4 Ton Bantuan Logistik dan Obat-obatan ke NTT
Kapolsek Macang Pacar Intensifkan Kunjungi Rumah Warga dan Tenda Darurat Pasca Gempa
Ada Gempa Susulan, Pasien RSUD Komodo Manggarai Barat Panik dan Minta Menginap di Tenda