Kapal Wisata Karam di Labuan Bajo Usai Tabrak Karang Dangkal, Belasan Penumpang Dievakuasi Selamat
digtara.com -Kapal wisata jenis semi-phinisi, KM Yukai 55 GT, mengalami kecelakaan laut hingga tenggelam pada Minggu (27/9/2026) pagi
Baca Juga:
Meskipun kapal mengalami kebocoran parah dan kemiringan ekstrem, seluruh penumpang dan awak kapal yang berjumlah 19 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa korban jiwa maupun luka-luka (zero casualty) melalui operasi tanggap cepat (quick response) Tim SAR Gabungan.
Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, Iptu Leonardo Marpaung membenarkan insiden kecelakaan kapal wisata tersebut.
"Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 Wita ketika kapal sedang dalam pelayaran dari area mooring Pulau Kelapa menuju Pulau Bidadari untuk kegiatan snorkeling," ujar Iptu Leonardo Marpaung pada Minggu petang.
KM Yukai diketahui melintas di dekat perairan Tanjung Sture pada kondisi air laut yang sedang surut.
Baca Juga:Mualim atau juru mudi kapal diduga kurang memahami alur pelayaran lokal serta mengabaikan keberadaan rambu navigasi di ujung tanjung.
Kondisi tersebut menyebabkan bagian bawah kapal menghantam terumbu karang dangkal dengan keras hingga memicu kebocoran serius pada area lambung.
Dalam hitungan menit, kapal mulai miring secara ekstrem dan perlahan tenggelam.
Beruntung, situasi darurat tersebut langsung direspons oleh armada kapal lain yang kebetulan melintas di sekitar perairan Tanjung Sture.
Saat kejadian berlangsung, dua kapal wisata lain yang berada di sekitar lokasi, yakni KM NK Jaya 01 dan KM Alfatran langsung merapat untuk memberikan pertolongan darurat awal menggunakan sekoci demi menampung para penumpang.
Sebanyak 21 personel lintas instansi dikerahkan, melibatkan Ditpolairud Polda NTT, Korpolairud Baharkam Polri (KP. Kasturi 6002 dan KP. Bima 7014), KSOP Labuan Bajo, serta Basarnas Labuan Bajo.
Tim SAR Gabungan ke titik koordinat lokasi kejadian di 08°29'34.56 " S 119° 50'35.25" E dengan mengerahkan enam unit armada cepat, terdiri dari lima unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dan satu unit Interceptor.
Prioritas utama personel saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP) adalah keselamatan seluruh penumpang (Safety of Life at Sea).
"Fokus utama kami saat menerima informasi adalah memastikan keselamatan seluruh jiwa di atas kapal," ujar Kasat.
Baca Juga:Tim langsung menyisir badan kapal untuk memastikan tidak ada korban yang terjebak di dalam kabin maupun ruang mesin.
Seluruh penumpang yang sebelumnya berada di sekoci darurat dipindahkan secara bertahap ke unit RIB milik Polairud dan Basarnas dengan pengawalan ketat menuju daratan.
Satu jam kemudian, seluruh korban tiba di dermaga dalam keadaan selamat. Petugas medis langsung melakukan pemeriksaan fisik dasar (triase) serta pendampingan trauma psikologis singkat sebelum pendataan identitas dilangsungkan.
Dari total 19 orang korban yang berhasil dievakuasi, 13 orang merupakan penumpang wisata yang terdiri dari wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan domestik, sementara enam orang lainnya merupakan awak kapal (ABK).
Rombongan wisatawan asing tercatat berasal dari empat negara, yaitu dua warga negara Belgia, satu warga negara Italia, dua warga negara Prancis, dan dua warga negara Malaysia.
Meski tanpa korban jiwa, musibah karamnya kapal berukuran 55 GT tersebut menelan kerugian material yang terbilang besar.
"Kerugian material akibat tenggelamnya badan kapal diperkirakan mencapai satu miliar rupiah," jelas Kasat.
Kapal Mati Mesin, 10 Penumpang Dievakuasi Selamat dari Pulau Sari'i Labuan Bajo
Pasukan Brimob Dilepas Ratusan Pelajar di Labuan Bajo Usai Misi Kemanusiaan di Flores
Tim SAR Gabungan Evakuasi Empat Warga Kabupaten Manggarai Timur Korban Gempa ke Labuan Bajo
Kapolres Manggarai Barat Datangkan Terapis Bantu Pasien Stroke di Tenda Pengungsian
Remaja Pria di Manggarai Barat Curi Bobol Rumah Warga Korban Gempa Flores