Pembimbing Haji Perlu Kuasai Psikologi Komunikasi, Ini Alasannya
digtara.com - Kemampuan komunikasi menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki pembimbing ibadah haji.Pasalnya, jemaah haji memiliki latar belakang pendidikan, budaya, sosial, dan ekonomi yang beragam. Perbedaan tersebut dapat memengaruhi persepsi serta cara jemaah menerima pesan dari pembimbing.
Baca Juga:
"Jemaah itu memiliki persepsi yang berbeda-beda karena latar belakang pendidikan, budaya, sosial, ekonomi. Maka seorang pembimbing harus memahami latar belakang ini," ujar Najahan dalam Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah (PIHU) Angkatan III Tahun 2026 di Semarang, Minggu (27/9/2026).
Kondisi emosional jemaah
Selain latar belakang, kondisi emosional jemaah juga perlu menjadi perhatian pembimbing.
Najahan menjelaskan, tingkat emosional setiap jemaah berbeda. Kondisi tersebut dapat memengaruhi perilaku dan pemahaman mereka terhadap informasi yang disampaikan.
Baca Juga:Karena itu, pembimbing tidak cukup hanya menguasai materi manasik. Mereka juga perlu mampu menyesuaikan cara berkomunikasi agar pesan dapat dipahami dan diterima jemaah.
"Pembimbing harus memiliki sebuah kemampuan dalam rangka memahami agar pesan-pesan yang disampaikan kepada jemaah itu bisa dipahami, diterima, dan dilaksanakan," kata dia.
Perlu memahami kebutuhan jemaah
Menurut Najahan, psikologi komunikasi juga berkaitan dengan kemampuan pembimbing memahami kebutuhan jemaah.
Kebutuhan tersebut mencakup kebutuhan fisiologis, rasa aman, hingga kebutuhan sosial untuk berinteraksi dengan orang lain.
"Hal-hal ini yang kemudian menjadi perhatian kita ketika pembimbing tidak memahami dan tidak mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan dari para jemaah," ujarnya.
Najahan menekankan, kemampuan komunikasi diperlukan dalam berbagai situasi, baik ketika pembimbing menyampaikan materi manasik maupun memberikan informasi mengenai penyelenggaraan ibadah haji.
"Di sinilah kemudian kemampuan pembimbing untuk bisa memberikan, menyampaikan pesan-pesan, baik itu terkait dengan manasik maupun informasi-informasi tentang haji, menjadi penting," tutur Najahan.
Sertifikasi PIHU Angkatan III Tahun 2026 digelar FDK UIN Walisongo Semarang bersama MHU Walisongo Tour bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di BBPMP Jawa Tengah, Srondol, Semarang, Minggu (27/9/2026) dilaksanakan selama 6 hari, sejak 25-26 September 2026 dan ikuti 103 peserta. (San).
Baca Juga:
Pembimbing Haji Perlu Pahami Budaya Arab agar Jemaah Tak Salah Berinteraksi
Pembimbing Haji Dituntut Tak Hanya Paham Ibadah, tapi Juga Mampu Redam Konflik
Sertifikasi Pembimbing Haji 2026, Dekan FDK UIN Walisongo Tekankan Kompetensi Hadapi Jemaah Beragam dan Regulasi Saudi
174 Pejabat Kemenhaj Dilantik, Menteri Irfan Tegaskan Jabatan Diisi Berdasarkan Merit System
Muhammad Husni: Rasio Pembimbing Haji 1 Banding 151 Jemaah Jadi Catatan untuk 2027