Minggu, 27 September 2026

Pembimbing Haji Perlu Pahami Budaya Arab agar Jemaah Tak Salah Berinteraksi

Sertifikasi pembimbing haji profesional
Ahsan Fauzi - Sabtu, 26 September 2026 17:20 WIB
Pembimbing Haji Perlu Pahami Budaya Arab agar Jemaah Tak Salah Berinteraksi
Ahsan Fauzi / MCH 2026
Guru Besar Bidang Ilmu Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang, Prof. Awaludin Pimay Yasin saat mengisi Kegiatan sertifikasi pembimbing haji dan umrah

digtara.com - Pembimbing ibadah haji dan umrah perlu memahami budaya masyarakat Arab agar dapat membekali jemaah sebelum berinteraksi di Arab Saudi.

Baca Juga:

Guru Besar Bidang Ilmu Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang, Prof. Awaludin Pimay Yasin, mengatakan pemahaman terhadap budaya masyarakat Arab penting untuk mencegah kesalahpahaman dalam komunikasi dan interaksi.

"Kita sebagai pembimbing haji profesional, materi yang namanya budaya masyarakat Arab harus kita mengetahui dan kita harus sampaikan kepada jemaah," kata Awaludin dalam kegiatan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah (PIHU) Angkatan III Tahun 2026 yang digelar FDK UIN Walisongo Semarang dan MHU Walisongo Tour bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah di BBPMP Jawa Tengah, Srondol, Semarang, Sabtu (26/9/2026).

Perbedaan budaya

Awaludin mengatakan, terdapat sejumlah perbedaan budaya yang perlu diketahui jemaah. Sebab, tindakan atau gestur tertentu dapat memiliki makna berbeda di Indonesia dan Arab Saudi.

Menurut dia, perbedaan tersebut perlu dipahami agar jemaah tidak keliru menafsirkan perilaku masyarakat setempat.

Baca Juga:

"Banyak sekali perbedaan yang saya katakan tadi. Kita memegang pantat di sini adalah dianggap biasa, kalau di sana dianggap pelecehan," ujarnya.

Ia juga mencontohkan sentuhan pada kepala dan janggut yang menurutnya dapat memiliki pemaknaan berbeda dalam konteks budaya Arab.

"Memegang kepala itu dianggap di sini adalah penghinaan, sementara di sana adalah penghormatan," kata Awaludin.

"Memegang jenggot di sini mungkin adalah sesuatu yang tidak bagus, tidak boleh. Sementara di sana merupakan adalah kasih sayang," lanjutnya.

Jangan buru-buru menilai

Mantan Dekan FDK UIN Walisongo ini mengingatkan, perbedaan pemahaman budaya tersebut jangan sampai membuat jemaah terburu-buru memberikan penilaian terhadap masyarakat Arab.

Ia menilai, pemahaman yang kurang terhadap kultur setempat dapat menyebabkan seseorang salah menafsirkan perilaku masyarakat Arab.

"Sehingga kita kadangkala mengklaim, oh orang Arab nakal, oh orang Arab beringas. Itu ternyata dari kitanya yang kurang memahami kultur dan budaya mereka," tuturnya.

Karena itu, menurut Awaludin, pembimbing haji memiliki peran penting dalam memberikan bekal kepada jemaah, bukan hanya mengenai tata cara ibadah, tetapi juga mengenai budaya dan pola interaksi masyarakat di Arab Saudi.

"Jadi banyak hal-hal yang perlu kita pelajari tentang budaya orang Arab agar masyarakat kita, jemaah kita tidak salah kaprah dan tidak salah arah dalam menyikapi budaya-budaya orang Arab," pungkasnya. (San).

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ahsan Fauzi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Pembimbing Haji Dituntut Tak Hanya Paham Ibadah, tapi Juga Mampu Redam Konflik

Pembimbing Haji Dituntut Tak Hanya Paham Ibadah, tapi Juga Mampu Redam Konflik

PSI Salurkan 45 Tangki Air Bersih untuk Warga Kabupaten Semarang

PSI Salurkan 45 Tangki Air Bersih untuk Warga Kabupaten Semarang

Sertifikasi Pembimbing Haji 2026, Dekan FDK UIN Walisongo Tekankan Kompetensi Hadapi Jemaah Beragam dan Regulasi Saudi

Sertifikasi Pembimbing Haji 2026, Dekan FDK UIN Walisongo Tekankan Kompetensi Hadapi Jemaah Beragam dan Regulasi Saudi

Dompet Dhuafa Jateng Gelar Roadshow Sekolah Siaga Bencana, Sasar Pelajar di Sejumlah Wilayah

Dompet Dhuafa Jateng Gelar Roadshow Sekolah Siaga Bencana, Sasar Pelajar di Sejumlah Wilayah

174 Pejabat Kemenhaj Dilantik, Menteri Irfan Tegaskan Jabatan Diisi Berdasarkan Merit System

174 Pejabat Kemenhaj Dilantik, Menteri Irfan Tegaskan Jabatan Diisi Berdasarkan Merit System

Dompet Dhuafa Jateng Gulirkan Program Guru Merdeka, Beri Insentif untuk 50 Guru Honorer dan Guru Ngaji

Dompet Dhuafa Jateng Gulirkan Program Guru Merdeka, Beri Insentif untuk 50 Guru Honorer dan Guru Ngaji

Komentar
Berita Terbaru