Dompet Dhuafa Jateng Gulirkan Program Guru Merdeka, Beri Insentif untuk 50 Guru Honorer dan Guru Ngaji
digtara.com - Dompet Dhuafa Jawa Tengah meluncurkan program Guru Merdeka sebagai bentuk apresiasi dan dukungan bagi guru honorer serta guru ngaji yang masih menghadapi keterbatasan pendapatan.
Baca Juga:
Program yang mulai berjalan pada September 2026 tersebut memberikan insentif sebesar Rp300 ribu per bulan selama lima bulan, mulai September 2026 hingga Januari 2027.
Kepala Cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Zaini Tafrikhan, mengatakan program Guru Merdeka merupakan bagian dari program pendidikan Dompet Dhuafa yang berkolaborasi dengan berbagai mitra.
"Guru Merdeka ini adalah satu upaya dari Dompet Dhuafa, kolaborasi dengan berbagai kemitraan, ingin memberikan apresiasi dan juga pemenuhan kebutuhan yang selama ini mungkin belum tercukupi yang dirasakan oleh guru honorer, kemudian guru TPA atau guru ngaji di berbagai wilayah di Jawa Tengah," ujar Zaini di Kantornya di Jalan Menoreh I No. 49, Kel. Sampangan, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (23/9/2026).
Menurut Zaini, program tersebut lahir setelah pihaknya menemukan kondisi ekonomi sejumlah guru honorer dan guru ngaji yang masih memprihatinkan.
Dompet Dhuafa Jawa Tengah sebelumnya melakukan assessment di sejumlah sekolah/Madrasah Diniyah (Madin) dan menemukan adanya guru honorer/guru Madin yang hanya menerima pendapatan sekitar Rp100 ribu per bulan.
Baca Juga:
Bahkan, kata Zaini, terdapat guru di sebuah sekolah swasta/Madin yang hanya memperoleh pemberian berupa parcel Lebaran.
"Kebutuhan para guru ini belum sepenuhnya tercukupi dengan penghasilan per bulannya," katanya.
Melalui program Guru Merdeka, Dompet Dhuafa Jawa Tengah menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan para muzaki dan donatur untuk membantu para penerima manfaat.
Program ini ditujukan bagi guru honorer dan guru ngaji yang telah mengabdi minimal satu tahun serta belum mendapatkan sertifikasi.
Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut terbilang tinggi. Dari target awal sebanyak 50 penerima manfaat, Dompet Dhuafa Jawa Tengah menerima sekitar 510 pendaftar.
"Jadi ini 10 kali lipat antusiasnya dari para guru yang ingin mendapatkan tambahan penghasilan tersebut," ujar Zaini.
Setelah melalui proses assessment dan seleksi sesuai kriteria yang ditetapkan, ditetapkan 50 guru sebagai penerima manfaat. Komposisinya masing-masing sekitar 50 persen guru honorer dan 50 persen guru ngaji.
Para penerima mendapatkan insentif Rp300 ribu per bulan selama lima bulan. Program tersebut mencakup 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Zaini berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban ekonomi para guru sehingga mereka dapat terus menjalankan pengabdian di bidang pendidikan.
"Harapannya dengan adanya program Guru Merdeka ini, tentu para guru bisa terus mengabdi tanpa lelah dan mereka tidak lagi khawatir dengan kebutuhan hidupnya," ujarnya.
Baca Juga:
Ia mencontohkan, berdasarkan assessment yang dilakukan tim, terdapat guru yang harus mengajar sejak pagi hingga siang, kemudian melanjutkan pekerjaan sampingan pada sore hingga malam hari demi memenuhi kebutuhan keluarganya.
"Pendapatan Rp500 ribu setiap bulan untuk menghidupi satu keluarga, empat kepala yang ada di rumahnya belum tentu cukup di tahun 2026 ini," kata Zaini.
Dompet Dhuafa Jawa Tengah juga berharap program tersebut menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada para donatur dan muzaki yang telah menitipkan dana zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga tersebut.
Zaini menyampaikan, dana yang dihimpun diupayakan untuk menyasar masyarakat yang membutuhkan, termasuk para guru honorer dan guru ngaji.
"Mudah-mudahan para guru tetap semangat dan jangan patah semangat, terus mengabdi untuk memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak penerus bangsa," pungkasnya. (San).
Jateng Naik ke Peringkat Kedua MTQ Nasional, Kaltim Juara Umum
Jawa Tengah Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI, Sri Wulan: Bukan Sekadar Lomba, Tapi Ruang Persaudaraan
Menag Saksikan Pelantikan Pengurus PW JQHNU Jawa Tengah Masa Khidmah 2026-2031 di Kampus Unissula
Bantu Warga Korban Gempa Bumi, Kapolda NTT Beri Penghargaan Pada Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah Dan NTB
Rony Yuwono Resmi Nahkodai PWI Kabupaten Semarang, Persatuan Jadi Prioritas