Dompet Dhuafa Jateng Gelar Roadshow Sekolah Siaga Bencana, Sasar Pelajar di Sejumlah Wilayah
digtara.com - Dompet Dhuafa Jawa Tengah melalui Disaster Management Center (DMC) akan menggelar program Sekolah Siaga Bencana dengan menyasar sejumlah sekolah di berbagai wilayah Jawa Tengah.
Baca Juga:
Program tersebut dikemas dalam bentuk roadshow yang berlangsung pada 28 September hingga 2 Oktober 2026. Kegiatan ini meliputi edukasi, sosialisasi, hingga simulasi penanganan dan mitigasi bencana bagi para pelajar.
Kepala Cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Zaini Tafrikhan mengatakan, program tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya generasi muda, terkait mitigasi bencana sejak dini.
"Di tahun 2026 ini kami sedang membuka kesempatan kepada mitra-mitra ataupun sekolah-sekolah yang ada di Jawa Tengah untuk ikut dalam program Sekolah Siaga Bencana," kata Zaini saat ditemui di Semarang, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, sekolah menjadi salah satu tempat strategis untuk memberikan pemahaman mengenai kebencanaan. Pengetahuan yang diperoleh para siswa diharapkan tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat dibawa ke rumah dan lingkungan sekitarnya.
"Harapannya sekolah-sekolah yang hari ini menjadi tempat belajar anak-anak juga punya pengetahuan yang bisa mereka terapkan di rumah, bagaimana cara memitigasi bencana atau paling tidak mereka tahu bentuk bencana apa saja yang ada di Indonesia," ujarnya.
Baca Juga:
Zaini menjelaskan, Jawa Tengah memiliki sejumlah potensi bencana, mulai dari banjir, erupsi gunung api, kebakaran hingga gempa bumi. Karena itu, edukasi kebencanaan perlu diberikan secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan kondisi peserta didik.
Dalam pelaksanaannya, DMC Dompet Dhuafa akan mendatangi sekolah-sekolah dalam format roadshow. Para siswa tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diajak mengikuti simulasi agar mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
Wilayah yang menjadi sasaran roadshow antara lain kawasan Pantura, Semarang, Klaten, Grobogan, Banyumas Raya hingga Jepara.
Di Jepara, salah satu lokasi kegiatan berada di SMAN 1 Jepara. Sekolah tersebut berada di wilayah yang memiliki potensi terdampak banjir dan risiko lain yang berkaitan dengan kondisi kawasan pesisir.
"Tujuannya, sekolah ini kan satu menjadi pusat pendidikan. Kita mengedukasi, melakukan sosialisasi, atau ketika terjadi bencana nanti ada dua potensi yang terjadi. Bisa jadi sekolahnya yang terdampak bencana sehingga mereka harus melakukan penyelamatan diri," jelas Zaini.
Selain menjadi lokasi terdampak, sekolah juga berpotensi digunakan sebagai tempat pengungsian ketika terjadi bencana. Kondisi tersebut, kata dia, membutuhkan kemampuan pengelolaan dan koordinasi yang baik.
Ia mencontohkan kondisi banjir yang pernah terjadi di wilayah Demak, ketika sekolah turut dimanfaatkan sebagai posko pengungsian.
"Bagaimana kemudian sekolah atau anak-anak yang hari ini terdampak itu bisa melakukan mitigasi risiko bencana tersebut. Jadi minimal mereka tahu, kalau pun kita berharapnya tidak terjadi bencana, tapi kalau kemudian itu terjadi, mereka sudah paling minimal tahu bagaimana cara menghadapinya," katanya.
Sasaran program tidak hanya terbatas pada jenjang tertentu. Edukasi ditujukan mulai dari siswa SD hingga SMA, bahkan di wilayah Banyumas Raya juga terdapat mahasiswa yang menjadi bagian dari kegiatan.
Materi yang diberikan akan disesuaikan dengan usia dan jenjang pendidikan peserta. Simulasi yang diberikan juga mencakup situasi sehari-hari, seperti cara menghadapi kebakaran akibat kompor gas, persiapan menghadapi banjir hingga pertolongan pertama.
Baca Juga:
"Misalnya kompor gas meledak, bagaimana cara mematikan apinya. Atau kalau misalnya banjir, apa saja yang harus disiapkan di rumah, dia harus membawa apa dan sebagainya, sampai kepada pertolongan pertama," terang Zaini.
Melalui program tersebut, Dompet Dhuafa berharap sekolah yang menjadi lokasi roadshow dapat mengoordinasikan para siswanya untuk mengikuti kegiatan edukasi dan simulasi.
"Kita memberikan judul Sekolah Siaga Bencana. Jadi bersiap, karena kapan pun itu bisa terjadi," ujarnya.
Zaini juga mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana, termasuk Dinas Pendidikan, BPBD, Basarnas, mitra, serta para donatur.
Menurutnya, bencana memang tidak selalu dapat dicegah, namun risiko dan dampaknya dapat diminimalkan melalui edukasi serta kesiapsiagaan sejak dini.
"Bencana mungkin tetap bisa terjadi, tapi risiko dari bencana itu bisa kita minimalisir. Cara meminimalisirnya adalah melakukan edukasi sejak dini, jadi melakukan mitigasinya di awal," pungkasnya. (San).
Dompet Dhuafa Jateng Gulirkan Program Guru Merdeka, Beri Insentif untuk 50 Guru Honorer dan Guru Ngaji
Satgas PRR Perkuat Mitigasi Bencana Susulan di Wilayah Terdampak Hidrometeorologi
Forkopimcam Glagah Bersinergi Beri Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana