Redam Konflik Lanjutan, Kapolres Manggarai Barat Temui Warga di Lahan Sengketa
digtara.com -Polres Manggarai Barat mengambil langkah preemtif dan persuasif berskala besar pasca-insiden bentrokan sengketa lahan komunal di kawasan Lengkong Warang, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
Baca Juga:
Safari dialogis ini digelar secara terpisah di dua titik sentral konflik, yakni Basecamp Warga Kampung Mbehal di Manjerite serta Rumah Gendang Kampung Rareng.
Kunjungan tersebut untuk meredam potensi bentrok susulan, memulihkan stabilitas Kamtibmas, menetapkan status quo di lokasi sengketa, serta mengarahkan penyelesaian perselisihan melalui jalur hukum dan mediasi resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat.
Rangkaian kegiatan tatap muka diawali pada pukul 08.00 Wita di Basecamp warga Kampung Mbehal, kawasan Manjerite, Desa Tanjung Boleng.
Dalam kunjungan ini, Kapolres Manggarai Barat didampingi Kapolsek Komodo, Ipda Adhar serta KBO Sat Intelkam Polres Manggarai Barat, Aiptu Lexy T.
Baca Juga:Dihadiri sekitar 20 warga adat beserta tokoh masyarakat Mbehal—di antaranya Ketua LSM ILMU Donisius Parera, mantan Camat Boleng Bonavantura Abunawan, serta para tokoh warga seperti Aleks Makung, Gabriel Johang, Karolus Ngotom, Rafael Libin, dan Mateus Man—suasana dialog berlangsung terbuka dan hangat.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang menyampaikan imbauan tegas kepada seluruh warga Mbehal untuk senantiasa menahan emosi dan tidak terprovokasi.
"Kami hadir di sini untuk meminta seluruh warga Kampung Mbehal dapat menahan diri, mengendalikan emosi, dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri yang dapat memperkeruh situasi. Mari kita kedepankan prinsip musyawarah, dialog, serta menyerahkan sepenuhnya penyelesaian sengketa ini melalui mekanisme hukum yang berlaku," ujar AKBP Christian di hadapan warga Mbehal.
Kapolres juga menggarisbawahi pentingnya menjaga iklim kondusif serta memberikan jaminan atas ketegasan hukum kepolisian.
"Masyarakat harus menjaga ketertiban umum dan jangan sampai terprovokasi oleh isu-isu liar dari pihak mana pun. Kami tegaskan bahwa Polres Manggarai Barat berkomitmen menindak tegas setiap bentuk aksi anarkis dan pelanggaran hukum tanpa pandang bulu," tegasnya.
"Polres Manggarai Barat siap memfasilitasi forum mediasi resmi bersama Bupati Manggarai Barat dan Badan Kesbangpol Mabar demi mencapai solusi perselisihan yang adil, terbuka, dan bermartabat bagi semua pihak," imbau Kapolres Manggarai Barat.
Konflik Warga di Manggarai Barat Dipicu Perebutan Tanah Lengko Warang
Para Tokoh di Adonara Timur Sepakat Akhiri Konflik Lewat Perdamaian
Redam Konflik, Polres Flores Timur Kedepankan Pendekatan Humanis Dan Kearifan Lokal
Tim URC Resmob Komodo Polres Manggarai Barat Bekuk Tiga Pelaku Persetubuhan Anak
Kesalahpahaman Berujung Damai, Anggota Brimob dan TNI Di Manggarai Barat Saling Memaafkan