Pegiat Pangan Gandeng Pemerintah dan Akademisi Atasi Krisis Pangan di NTT
digtara.com -Sebanyak 31 makalah dan 18 poster ilmiah di Nusa Tenggara Timur (NTT) dipresentasikan dalam Simpul Pangan Nusantara, konferensi ilmiah sistem
Baca Juga:
pangan berkelanjutan di Kupang, Rabu (16/9/2026).
Mahasiswa, dosen, pemerintah daerah, dan pegiat pangan duduk bersama membahas upaya memperkuat ketahanan pangan di NTT dari praktik kebun pekarangan di tingkat rumah tangga hingga arah kebijakan tata ruang provinsi.
Kupang menjadi lokasi seri pertama dari tiga seri regional Simpul Pangan Nusantara yang akan berlanjut di Makassar dan Palembang pada bulan Oktober.
Di setiap seri, makalah dan poster yang masuk dibahas dalam empat tema paralel: inovasi tapak dan pertanian cerdas iklim, kelembagaan dan inklusi sosial, diversifikasi konsumsi dan ketahanan gizi, serta tata kelola bentang lahan dan kebijakan. Juga ada sesi poster dan dialog multipihak Semeja
Makan.
Baca Juga:
Direktur Landscape Alliance Asia, Dr. Sonya Dewi dan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana, Dr. Tomycho Olviana memberikan pidato kunci ilmiah dalam pertemuan tersebut.
Penyelenggara memilih NTT sebagai lokasi pertama karena wilayah ini memiliki kondisi yang relevan.
Dikenal sebagai salah satu wilayah paling kering di Indonesia, NTT akrab dengan musim kemarau panjang dan curah hujan yang tidak menentu.
Perubahan iklim memperparah kondisi ini dan berdampak pada sistem pangan.
Di tengah kerentanan tersebut, NTT menyimpan kekayaan pangan lokal yang selama ini menjadi strategi masyarakat bertahan menghadapi iklim kering, mulai dari sorgum, jagung, dan aneka umbi-umbian, hingga bahan pangan khas lain.
Persoalannya, pengetahuan tentang pangan lokal ini sebagian besar belum terdokumentasi dengan baik, sehingga rawan hilang.
Sejak 2021, ICRAF bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) melaksanakan riset-aksi Land4Lives.
Ketahanan pangan dan gizi menjadi bagian penting dari program yang didukung oleh pemerintah Kanada ini.
Baca Juga:
Di tingkat rumah tangga, Land4Lives mendorong pembangunan kebun dapur, baik di pekarangan maupun lahan komunal, sebagai sumber pangan bergizi yang bisa diakses langsung oleh keluarga.
Program kebun dapur didukung oleh kampanye pangan dan gizi yang kini terintegrasi ke 37 Puskesmas dan 27 gereja di Kabupaten TTS, didukung 114 tenaga kesehatan dan kader serta 62 pemuka agama.
Salah satu terobosan dari kampanye ini adalah Gerakan Ayah sebagai
Konselor Pangan dan Gizi (GASELOR), yang melibatkan lebih dari 40 Duta Ayah untuk mendorong keterlibatan laki-laki dalam pemenuhan gizi keluarga, mengubah anggapan bahwa urusan pangan dan gizi rumah tangga semata tanggung jawab perempuan.
Di jenjang pendidikan, Land4Lives bersama Dinas Pendidikan Kabupaten TTS mengembangkan kurikulum muatan lokal (mulok) "Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim" yang diujicobakan di 30 lebih sekolah dan menjangkau 2.000 murid, dengan 20 guru dan tim pengembang kurikulum terlatih.
Pada tahun ajaran 2026/2027, seluruh SD dan SMP di Kabupaten TTS telah mendapatkan pelatihan mulok ini untuk diterapkan di sekolah masing-masing.
Curi di Lasiana-Kota Kupang, Diamankan di Kupang Tengah-Kabupaten Kupang
Siswa Dua Sekolah Menengah di Alak-Kupang Tawuran, Polisi Fasilitasi Penyelesaian Secara Damai
Rampas Perhiasan Warga Saat Pulang Gereja, Dua Pemuda di Kota Kupang Segera Disidangkan
Lansia di Takari-Kupang Ditemukan Meninggal Dalam Hutan Dalam Kondisi Tubuh Tidak Utuh
Ratusan Lembar Kawat Bronjong Digelapkan, Polres Malaka Tangkap Dua Pelaku di Takari-Kupang
Tidak Ditahan Setelah Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik, Perempuan di Manggarai Barat Dikenakan Wajib Lapor
Menaker Yassierli Siapkan BLK Disabilitas, Fokus pada Kompetensi dan Kebutuhan Dunia Kerja
Curi di Lasiana-Kota Kupang, Diamankan di Kupang Tengah-Kabupaten Kupang
Motorola Rilis Moto g37, g77 Power, dan g67 di Indonesia, Harga Mulai Rp3,7 Juta
Serangan Siber Berbasis AI Meningkat, Investasi Keamanan Siber di Indonesia Diprediksi Melonjak
Wamenaker Afriansyah Noor Minta Mahasiswa Tak Hanya Kejar IPK, tetapi Bangun Kompetensi
PLTA Batang Toru Mulai Digenangi, Pasok Listrik 510 MW Ditargetkan Jelang Nataru 2026
Sertijab Wakapolres Manggarai Barat, AKP Sandy Pratama Putra Gantikan Kompol Martinus Pake