Rabu, 02 September 2026

Warga di Kabupaten Sikka Ditemukan Tewas Dengan Sejumlah Luka Diduga Dimangsa Babi Hutan

Imanuel Lodja - Kamis, 16 Juli 2026 16:40 WIB
Warga di Kabupaten Sikka Ditemukan Tewas Dengan Sejumlah Luka Diduga Dimangsa Babi Hutan
ist
Warga di Kabupaten Sikka Ditemukan Tewas Dengan Sejumlah Luka Diduga Dimangsa Babi Hutan
Laporan kejadian kemudian diterima oleh Polsek Waigete. Personel kepolisian segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal, mengamankan tempat kejadian perkara, mengumpulkan bahan keterangan, serta berkoordinasi dengan tenaga medis Puskesmas Watubaing.

Baca Juga:

Tim Identifikasi (INAFIS) Polres Sikka kemudian diterjunkan ke lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara.

Proses identifikasi dipimpin Kasubsektor Nebe, Aiptu Sadryanto bersama Kaur Identifikasi Polres Sikka, Aipda Kristoforus Suri.

Sementara itu, pemeriksaan luar terhadap jenazah dilakukan oleh dokter Puskesmas Watubaing, Servasius Suwaldus Situ, didampingi tenaga perawat setempat.

Hasil pemeriksaan medis menemukan adanya sejumlah luka gigitan pada tubuh korban yang diduga berasal dari serangan babi hutan.

Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa korban meninggal setelah mengalami serangan satwa liar ketika sedang berburu seorang diri.

Baca Juga:
Saat aparat kepolisian dan tim INAFIS tiba di lokasi, jenazah korban telah lebih dahulu dievakuasi oleh keluarga menuju rumah duka untuk disemayamkan.

Meski demikian, seluruh prosedur kepolisian tetap dilaksanakan, mulai dari olah tempat kejadian perkara, pendataan saksi-saksi, dokumentasi, hingga pemeriksaan medis sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Pihak keluarga kemudian menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Penolakan tersebut disampaikan secara resmi melalui surat pernyataan yang ditandatangani keluarga, dengan alasan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.

Saat ini jenazah korban telah disemayamkan di rumah duka di Dusun Wailamung, Desa Wailamung, Kecamatan Talibura, untuk selanjutnya dimakamkan sesuai prosesi adat dan keagamaan keluarga.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi masyarakat yang berburu atau beraktivitas di kawasan hutan dan perkebunan yang menjadi habitat satwa liar.

Babi hutan dikenal memiliki naluri menyerang ketika merasa terpojok atau terancam, sehingga aktivitas berburu maupun memasuki kawasan hutan perlu dilakukan dengan kewaspadaan tinggi dan memperhatikan faktor keselamatan.

Di sisi lain, respons cepat aparat Polsek Waigete bersama Tim INAFIS Polres Sikka dalam menangani kejadian tersebut memastikan seluruh proses penanganan berlangsung sesuai prosedur, meskipun keluarga korban memilih untuk tidak dilakukan autopsi dan menerima kematian korban sebagai sebuah musibah.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Polri Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Warga Terdampak Gempa di Pulau Sukun-Sikka

Polri Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Warga Terdampak Gempa di Pulau Sukun-Sikka

Pakai Mobil Polisi, Polres Sikka Fasilitasi Antar Pengungsi Pulang Kembali ke Rumah

Pakai Mobil Polisi, Polres Sikka Fasilitasi Antar Pengungsi Pulang Kembali ke Rumah

Ribuan Warga Sikka Masih Tempati Lokasi Pengungsian

Ribuan Warga Sikka Masih Tempati Lokasi Pengungsian

Pemkab Sikka Mulai Pulangkan Warga Terdampak Gempa dari Posko Pengungsian

Pemkab Sikka Mulai Pulangkan Warga Terdampak Gempa dari Posko Pengungsian

Wilayah Terisolir, Polairud Salurkan Bantuan ke Pulau Palue-Sikka Dengan Helikopter

Wilayah Terisolir, Polairud Salurkan Bantuan ke Pulau Palue-Sikka Dengan Helikopter

Akses Terbatas, Warga Korban Gempa di Pulau Palu'e-Sikka Dievakuasi Pakai Helikopter

Akses Terbatas, Warga Korban Gempa di Pulau Palu'e-Sikka Dievakuasi Pakai Helikopter

Komentar
Berita Terbaru