Pemkab Sikka Mulai Pulangkan Warga Terdampak Gempa dari Posko Pengungsian
digtara.com -Pemerintah Kabupaten Sikka mulai memulangkan sebagian warga terdampak gempa bumi yang selama ini bertahan di Posko pengungsian terpusat Gelora Samador Maumere.
Baca Juga:
Pemulangan tersebut berlangsung mulai pukul 16.00 Wita dari Posko pengungsian terpusat bencana alam gempa bumi di Gelora Samador, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sikka secara bertahap mengurangi konsentrasi pengungsi di posko terpusat sekaligus memfasilitasi warga yang secara mandiri telah menyatakan kesiapan untuk kembali ke rumah.
Kegiatan pemulangan dipimpin Kasatgas Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldas Da Maga Bapa didampingi sejumlah unsur terkait, masing-masing perwakilan Kepala BNPB RI Ario Akbar Lomban, perwakilan Kepala BPBD Provinsi NTT, Richard P.L. Pelt serta Ketua Penerimaan dan Pengeluaran Barang Bantuan Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka, Verdinando Lepe.
Untuk mengangkut para pengungsi, dikerahkan tiga unit kendaraan truk milik Lanal Maumere, SAR Maumere, dan Satpol PP Kabupaten Sikka.
Baca Juga:Kendaraan tersebut membawa warga beserta barang-barang mereka meninggalkan kawasan posko untuk kembali menjalani kehidupan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Dengan kepulangan 87 KK atau 252 jiwa tersebut, jumlah warga yang masih bertahan di Posko Pengungsian Terpusat Gelora Samador tercatat sebanyak 278 KK atau 1.035 jiwa.
Pemulangan itu bukan sekadar persoalan memindahkan warga dari satu tempat ke tempat lain.
Di balik setiap keberangkatan terdapat keputusan personal warga untuk kembali menghadapi situasi pascabencana, setelah sebelumnya memilih mengungsi demi keselamatan.
Pemerintah pun menegaskan bahwa kepulangan dilakukan berdasarkan permintaan mandiri para pengungsi dan tanpa adanya paksaan.
Hal ini dilakukan mengingat masa tanggap darurat bencana yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Sikka masih berlangsung.
Di tengah proses pemulangan tersebut, pemerintah tetap memastikan kebutuhan dasar warga tidak ditinggalkan.
Setiap keluarga yang kembali mendapatkan satu paket bantuan sembako yang berisi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, satu dos air mineral, minyak goreng 1 liter, sarden, kornet, susu 400 gram, sejumlah jenis biskuit, serta lima bungkus mi instan.
Bantuan tersebut menjadi penyangga awal bagi keluarga yang kembali ke rumah setelah menjalani masa pengungsian.
Baca Juga:Pemerintah menyadari bahwa kepulangan tidak otomatis berarti seluruh persoalan selesai.
Sebagian warga masih harus berhadapan dengan kondisi rumah, lingkungan, serta kebutuhan pemulihan pascabencana.
Karena itu, pemerintah meminta warga yang rumahnya mengalami kerusakan namun belum masuk dalam pendataan agar segera melapor kepada pemerintah kelurahan atau desa.
Pendataan menjadi pintu penting agar kerusakan dapat diverifikasi dan warga memperoleh bantuan sesuai ketentuan yang berlaku.
Gempa Flores Berlalu, Fokus Pada Pemulihan dan Perbaikan Infrastruktur
Bergandengan Tangan, Elemen Masyarakat di Manggarai Barat Bantu Ribuan Warga Terdampak Gempa Bumi
Polda Sultra Bantu Rp 600 Juta Bagi Korban Gempa Bumi Flores
Wilayah Terdampak Gempa Flores Mulai Masuk Tahap Pemulihan
Pasca Perpanjangan Masa Tanggap Darurat, Basarnas Tutup Operasi SAR Gempa Flores 7,7 SR