Jumat, 16 Oktober 2026

Pemkab Sikka Mulai Pulangkan Warga Terdampak Gempa dari Posko Pengungsian

Imanuel Lodja - Rabu, 26 Agustus 2026 11:50 WIB
Pemkab Sikka Mulai Pulangkan Warga Terdampak Gempa dari Posko Pengungsian
ist
Pemkab Sikka Mulai Pulangkan Warga Terdampak Gempa dari Posko Pengungsian

digtara.com -Pemerintah Kabupaten Sikka mulai memulangkan sebagian warga terdampak gempa bumi yang selama ini bertahan di Posko pengungsian terpusat Gelora Samador Maumere.

Baca Juga:

Hari kedua pelaksanaan pemulangan, Senin (24/8/2026) sebanyak 87 kepala keluarga (KK) atau 252 jiwa diberangkatkan kembali menuju tempat tinggal masing-masing dengan dukungan sarana transportasi pemerintah dan unsur terkait.

Pemulangan tersebut berlangsung mulai pukul 16.00 Wita dari Posko pengungsian terpusat bencana alam gempa bumi di Gelora Samador, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sikka secara bertahap mengurangi konsentrasi pengungsi di posko terpusat sekaligus memfasilitasi warga yang secara mandiri telah menyatakan kesiapan untuk kembali ke rumah.

Kegiatan pemulangan dipimpin Kasatgas Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldas Da Maga Bapa didampingi sejumlah unsur terkait, masing-masing perwakilan Kepala BNPB RI Ario Akbar Lomban, perwakilan Kepala BPBD Provinsi NTT, Richard P.L. Pelt serta Ketua Penerimaan dan Pengeluaran Barang Bantuan Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka, Verdinando Lepe.

Untuk mengangkut para pengungsi, dikerahkan tiga unit kendaraan truk milik Lanal Maumere, SAR Maumere, dan Satpol PP Kabupaten Sikka.

Baca Juga:
Kendaraan tersebut membawa warga beserta barang-barang mereka meninggalkan kawasan posko untuk kembali menjalani kehidupan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Dengan kepulangan 87 KK atau 252 jiwa tersebut, jumlah warga yang masih bertahan di Posko Pengungsian Terpusat Gelora Samador tercatat sebanyak 278 KK atau 1.035 jiwa.

Pemulangan itu bukan sekadar persoalan memindahkan warga dari satu tempat ke tempat lain.

Di balik setiap keberangkatan terdapat keputusan personal warga untuk kembali menghadapi situasi pascabencana, setelah sebelumnya memilih mengungsi demi keselamatan.

Pemerintah pun menegaskan bahwa kepulangan dilakukan berdasarkan permintaan mandiri para pengungsi dan tanpa adanya paksaan.

Setiap warga yang dipulangkan juga telah melengkapi surat pernyataan kesediaan kembali ke rumah masing-masing.

Hal ini dilakukan mengingat masa tanggap darurat bencana yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Sikka masih berlangsung.

Di tengah proses pemulangan tersebut, pemerintah tetap memastikan kebutuhan dasar warga tidak ditinggalkan.

Setiap keluarga yang kembali mendapatkan satu paket bantuan sembako yang berisi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, satu dos air mineral, minyak goreng 1 liter, sarden, kornet, susu 400 gram, sejumlah jenis biskuit, serta lima bungkus mi instan.

Bantuan tersebut menjadi penyangga awal bagi keluarga yang kembali ke rumah setelah menjalani masa pengungsian.

Baca Juga:
Pemerintah menyadari bahwa kepulangan tidak otomatis berarti seluruh persoalan selesai.

Sebagian warga masih harus berhadapan dengan kondisi rumah, lingkungan, serta kebutuhan pemulihan pascabencana.

Karena itu, pemerintah meminta warga yang rumahnya mengalami kerusakan namun belum masuk dalam pendataan agar segera melapor kepada pemerintah kelurahan atau desa.

Pendataan menjadi pintu penting agar kerusakan dapat diverifikasi dan warga memperoleh bantuan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Gempa Flores Berlalu, Fokus Pada Pemulihan dan Perbaikan Infrastruktur

Gempa Flores Berlalu, Fokus Pada Pemulihan dan Perbaikan Infrastruktur

Bergandengan Tangan, Elemen Masyarakat di Manggarai Barat Bantu Ribuan Warga Terdampak Gempa Bumi

Bergandengan Tangan, Elemen Masyarakat di Manggarai Barat Bantu Ribuan Warga Terdampak Gempa Bumi

Polda Sultra Bantu Rp 600 Juta Bagi Korban Gempa Bumi Flores

Polda Sultra Bantu Rp 600 Juta Bagi Korban Gempa Bumi Flores

Wilayah Terdampak Gempa Flores Mulai Masuk Tahap Pemulihan

Wilayah Terdampak Gempa Flores Mulai Masuk Tahap Pemulihan

Pasca Perpanjangan Masa Tanggap Darurat, Basarnas Tutup Operasi SAR Gempa Flores 7,7 SR

Pasca Perpanjangan Masa Tanggap Darurat, Basarnas Tutup Operasi SAR Gempa Flores 7,7 SR

HUT WSA Ke-5, SIP Angkatan 50 Polda NTT Salurkan Bansos Bagi Korban Gempa di Kabupaten Nagekeo

HUT WSA Ke-5, SIP Angkatan 50 Polda NTT Salurkan Bansos Bagi Korban Gempa di Kabupaten Nagekeo

Komentar
Berita Terbaru