Selasa, 01 September 2026

Gunung Sinabung Erupsi, Penerbangan Bandara Kualanamu Sempat Dinonaktifkan

Arie - Selasa, 01 September 2026 17:00 WIB
Gunung Sinabung Erupsi, Penerbangan Bandara Kualanamu Sempat Dinonaktifkan
dok
Bandara Kualanamu

digtara.com - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali mengalami erupsi pada Selasa (1/9/2026). Aktivitas vulkanik tersebut berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang.

Baca Juga:

Sejumlah jadwal penerbangan di Bandara Kualanamu mengalami penyesuaian akibat meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Sinabung.

Informasi tersebut disampaikan pihak Bandara Internasional Kualanamu melalui akun Instagram resmi @kualanamu.airport pada Selasa (1/9/2026).

"Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas Erupsi Gunung Sinabung yang berdampak pada operasional penerbangan, sejumlah jadwal penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu dapat mengalami penyesuaian," tulis pihak bandara.

Penerbangan Kualanamu Sempat Dinonaktifkan

Sebagai langkah antisipasi terhadap dampak erupsi, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu sempat dinonaktifkan selama dua jam.

Operasional penerbangan dinonaktifkan sementara mulai pukul 10.45 WIB hingga 12.45 WIB.

Baca Juga:
Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengutamakan keselamatan penerbangan di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung.

"Aktivitas penerbangan untuk sementara dinonaktifkan sebagai langkah antisipasi dan keselamatan penerbangan," jelas pihak Bandara Kualanamu.

Penonaktifan sementara ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi aktivitas vulkanik dan potensi dampaknya terhadap penerbangan.

Jadwal Penerbangan Mengalami Penyesuaian

Erupsi Gunung Sinabung juga membuat sejumlah jadwal penerbangan di Bandara Kualanamu berpotensi mengalami perubahan.

Karena itu, calon penumpang diminta tidak langsung berangkat ke bandara sebelum memastikan kembali status penerbangan mereka.

Pihak Bandara Kualanamu mengimbau pengguna jasa untuk memperoleh informasi terbaru langsung dari maskapai masing-masing.

"Kami mengimbau seluruh pengguna jasa bandara untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui maskapai masing-masing sebelum melakukan perjalanan," tulis pihak bandara.

Imbauan tersebut penting dilakukan mengingat kondisi penerbangan dapat berubah menyesuaikan perkembangan aktivitas Gunung Sinabung dan faktor keselamatan penerbangan.

Penumpang Diminta Memantau Informasi Terbaru

Pihak Bandara Kualanamu menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat penyesuaian operasional penerbangan.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi dan mengucapkan terima kasih atas perhatian, pengertian, serta kerja sama seluruh pengguna jasa Bandara," demikian keterangan pihak bandara.

Baca Juga:
Dengan adanya erupsi Gunung Sinabung, calon penumpang yang akan menggunakan Bandara Kualanamu pada Selasa (1/9/2026) disarankan terus memantau informasi terbaru dari maskapai dan pihak bandara sebelum melakukan perjalanan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Gunung Sinabung Erupsi Hari Ini 31 Agustus 2026, Kolom Abu Capai 3.500 Meter

Gunung Sinabung Erupsi Hari Ini 31 Agustus 2026, Kolom Abu Capai 3.500 Meter

Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat, Danau Lau Kawar Ditutup Sementara

Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat, Danau Lau Kawar Ditutup Sementara

Momen Hari Kemerdekaan, Polri Serentak Kirim 44 Truk Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa Flores

Momen Hari Kemerdekaan, Polri Serentak Kirim 44 Truk Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa Flores

Libur Sekolah, Bandara Kualanamu Layani 178.766 Penumpang hingga Akhir Juni

Libur Sekolah, Bandara Kualanamu Layani 178.766 Penumpang hingga Akhir Juni

Kemacetan Parah di Tol Tanjungmorawa Akibat Jalan Amblas Km 41, Ini Jalur Alternatifnya

Kemacetan Parah di Tol Tanjungmorawa Akibat Jalan Amblas Km 41, Ini Jalur Alternatifnya

Cuaca Ekstrem Landa 4 Kecamatan di Kabupaten Karo, 14 Rumah Rusak

Cuaca Ekstrem Landa 4 Kecamatan di Kabupaten Karo, 14 Rumah Rusak

Komentar
Berita Terbaru