Kesalahpahaman Berujung Damai, Anggota Brimob dan TNI Di Manggarai Barat Saling Memaafkan
Baca Juga:
"Perbedaan pendapat atau kesalahpahaman dapat diselesaikan dengan komunikasi dan musyawarah. Yang terpenting adalah menjaga persatuan, memperkuat sinergitas, dan memastikan masyarakat tetap merasakan kehadiran negara dalam memberikan rasa aman," tandas AKBP Christian Kadang.
Mediasi ditutup dengan penandatanganan dokumen perdamaian disaksikan Kapolres Manggarai Barat.
TNI dan Polri mengajak seluruh masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh berbagai informasi yang dapat memicu kesalahpahaman.
Kedua institusi memastikan situasi keamanan di Kabupaten Manggarai Barat tetap aman, terkendali, dan kondusif.
Baca Juga:Sebelumnya, empat anggota Brimob Kompi 1 Batalyon B Satuan Brimob Polda NTT terluka diduga ditikam oknum anggota TNI pada Kamis (11/6/2026).
Para pelaku diduga berasal dari kesatuan Kodim 1630/Manggarai Barat.
Penikaman ini terjadi sekitar pukul 01.00 wita di rumah Rofinus Rahmad di Wae Mata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
Para korban masing-masing RME alias Rizki (24), FA alias Fadhel (25), BBK alias Bernadus (23) dan GNL alias Gilbert (25).
Rizki terkena tikaman di pundak kanan, perut bagian kanan, rusuk bagian kanan dan punggung bagian kanan.
Bernadus terkena tikaman di rusuk bagian kanan dan punggung bagian kanan serta Gilbert mendapat tikaman di dada bagian kanan dan jari manis kiri.
Satu anggota lainnya, Rivaldo terkena tendangan di dada bagian kanan.
Syukuran berlangsung di kediaman JGR di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat dilanjutkan dengan acara bebas.
Saat anggota Brimob hendak pulang berpapasan dengan salah satu pelaku yang diduga anggota TNI.
Baca Juga:Oknum tersebut menendang anggota Brimob Bripda Rivaldo. Empat anggota Brimob pun hendak melerai.
Namun dua pria diduga juga anggota TNI datang datang dari samping dan langsung menikam empat orang orang anggota Brimob tersebut.
Usai menikam keempat korban, para pelaku langsung melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian.
Polri-AFP dan PNTL Bertemu di Belu Bahas Sinergitas Penanganan Kejahatan Transnasional
Pindah Ke Itwasum Polri, Kombes Enrico Silalahi Serahkan Jabatan Irwasda ke Kapolda NTT
Dua Kali Mangkir Dipanggil Sebagai Saksi Dugaan Kasus Korupsi Dana Desa, Kades di Sumba Barat Daya Dijemput Polisi
Tumpahan Minyak Cemari Perairan Semau, Direktur Polairud Polda NTT Terjunkan Tim
Satresnarkoba Polres Ende Bongkar Jaringan Peredaran Ganja, Satu Pelaku Masih Buron