Jumat, 04 September 2026

Persoalan Antara Anggota Brimob dan Warga Alor Berujung Damai, Korban Pilih Cabut Laporan Polisi

Imanuel Lodja - Kamis, 04 Juni 2026 07:50 WIB
Persoalan Antara Anggota Brimob dan Warga Alor Berujung Damai, Korban Pilih Cabut Laporan Polisi
ist
Kapolres Alor memediasi pertemuan anggota Brimob dan warga untuk penyelesaian permasalahan secara damai
Camat Alor Barat Laut berharap peristiwa tersebut dapat menjadi pelajaran berharga untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan sikap saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga:

Orang tua korban, Samaiun Jakra, menyampaikan bahwa keluarga besar telah memaafkan dan menerima dengan ikhlas kejadian yang terjadi.

Ia bahkan menyatakan bahwa anggota Brimob yang terlibat tetap dianggap sebagai bagian dari keluarga besar mereka.

"Kami sekeluarga besar telah memaafkan dan menerima dengan ikhlas kejadian ini. Kami berharap permasalahan ini dapat menjadi pelajaran bersama dan diselesaikan melalui pembinaan serta nasihat yang baik," ungkapnya.

Wadanyon Brimob Polda NTT, AKP Raimondo De Jesus juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berupaya menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.

Pihaknya berharap perdamaian yang telah disepakati menjadi awal yang baik untuk mempererat silaturahmi dan menjaga keharmonisan antara Brimob dan masyarakat.

Baca Juga:
"kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang terjadi. Kami berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan terhadap anggota agar peristiwa serupa tidak terulang kembali," ujarnya.

Sebagai bentuk kesepakatan penyelesaian secara damai, para pihak kemudian melaksanakan penandatanganan berita acara pencabutan laporan polisi disaksikan keluarga korban, perwakilan Brimob Polda NTT, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pihak terkait lainnya.

Tokoh Adat Alor Besar, Aba Hedung mengingatkan seluruh pihak agar tetap menjaga hubungan persaudaraan dan kekeluargaan.

"Kita semua adalah satu keluarga besar. Korban adalah adik kita bersama dan orang tuanya juga merupakan orang tua kita bersama. Karena itu, mari terus menjaga hubungan baik, saling menghormati, dan saling menyapa sebagai saudara," pesannya.

Perdamaian dan pencabutan laporan tersebut merupakan implementasi pendekatan restorative justice yang mengedepankan musyawarah, perdamaian, serta pemulihan hubungan sosial antara para pihak.

Melalui kesepakatan yang telah dicapai, seluruh pihak menyatakan saling memaafkan, mencabut laporan yang telah dibuat, serta berkomitmen untuk tidak memperpanjang maupun mengungkit kembali permasalahan tersebut di kemudian hari demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Alor.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Granat Belasan Tahun Disimpan Dalam Rumah, Warga Malaka Pilih Serahkan ke Polisi

Granat Belasan Tahun Disimpan Dalam Rumah, Warga Malaka Pilih Serahkan ke Polisi

Satlantas Polres Ngada Pulihkan Mental Anak Sekolah Korban Gempa Lewat Trauma Healing

Satlantas Polres Ngada Pulihkan Mental Anak Sekolah Korban Gempa Lewat Trauma Healing

Bantu Warga Korban Gempa Bumi, Kapolda NTT Beri Penghargaan Pada Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah Dan NTB

Bantu Warga Korban Gempa Bumi, Kapolda NTT Beri Penghargaan Pada Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah Dan NTB

Tim Dokkes Polda NTT dan Polres Ngada Home Visit Ke Rumah Warga dan Tenda Pengungsian Tangani Masalah Kesehatan

Tim Dokkes Polda NTT dan Polres Ngada Home Visit Ke Rumah Warga dan Tenda Pengungsian Tangani Masalah Kesehatan

20 Rumah Anggota Polres Manggarai Rusak Akibat Gempa

20 Rumah Anggota Polres Manggarai Rusak Akibat Gempa

Personil Terdampak Gempa Flores Dapat Bantuan Kapolri dan Ketua Umum Bhayangkari

Personil Terdampak Gempa Flores Dapat Bantuan Kapolri dan Ketua Umum Bhayangkari

Komentar
Berita Terbaru