Akhiri Konflik, Warga Adonara-Flores Timur Teken Komitmen Bersama Atas Konflik Komunal
Baca Juga:
"Keamanan dan kedamaian harus dibangun melalui pendekatan yang humanis, dialogis, dan penuh kasih. Sejalan dengan semangat Polda NTT Penuh Kasih, kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan rekonsiliasi sebagai jalan utama dalam menyelesaikan setiap persoalan, bukan kekerasan ataupun aksi balas dendam," tegas AKBP Adhitya mengutip pesan Kapolda NTT.
Pernyataan tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta yang hadir. Ditengah berbagai dinamika sosial yang pernah terjadi di Adonara, pesan tentang kasih, dialog, dan rekonsiliasi dinilai menjadi pondasi penting dalam membangun masa depan yang lebih baik.
Sarasehan yang berlangsung hingga sore hari itu ditutup dengan harapan besar agar Adonara tidak lagi dikenal karena konflik yang berulang, melainkan menjadi simbol kematangan budaya, kuatnya persaudaraan, dan kemampuan masyarakatnya menyelesaikan persoalan melalui dialog dan musyawarah.
Baca Juga:
Anggota Polairud Bagi Bendera Pada Nelayan Pesisir dan Alat Tulis Bagi Anak Sekolah di Flores Timur
Ritual Bau Lolon Satukan Dua Kampung Yang Bertikai di Flores Timur
Wakapolda NTT Kawal Rekonsiliasi Adonara-Flores Timur
Sempat Terlibat Konflik, Masyarakat Lowonara dan Belle di Flores Timur Gelar Perdamaian Adat
Para Tokoh di Adonara Timur Sepakat Akhiri Konflik Lewat Perdamaian