Cegah TPPO, Warga Malaka Diingatkan Jadi PMI Lewat Jalur Resmi
digtara.com -Polrea Malaka memperkuat langkah pencegahan terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Baca Juga:
Hal ini dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat di wilayah perbatasan soal pencegahan TPPO di Kantor Desa Fafoe, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Senin (25/5/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Kapolres Malaka, AKBP Riki Ganjar Gumilar didampingi Kapolsek Malaka Barat, Ioda Dony R Alfatah bersama anggota, Kanit Tipidter Satreskrim Polres Malaka, Aipda Fransiskus Tnesi, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta 10 calon pekerja migran non-prosedural yang hendak bekerja ke luar negeri.
Kapolres Malaka menegaskan bahwa masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) wajib menempuh jalur resmi agar mendapatkan perlindungan hukum dan jaminan keselamatan kerja.
"Bekerja melalui jalur resmi memberikan kepastian hukum, perlindungan negara, akses kesehatan, jaminan sosial, hingga keamanan selama bekerja di luar negeri. Jangan mudah tergiur tawaran calo atau jalur ilegal yang justru sangat berisiko," tegas AKBP Riki Ganjar Gumilar.
Ia menjelaskan, para calon pekerja migran harus mengurus administrasi secara lengkap dan mendaftar melalui perusahaan resmi yang memiliki izin pemerintah.
Baca Juga:
Kapolres juga mengingatkan bahwa pekerja migran non-prosedural sangat rentan menjadi korban eksploitasi, kekerasan, hingga perdagangan orang.
"Melalui jalur resmi, biaya pengurusan visa dan paspor umumnya ditanggung perusahaan. Selain itu, pekerja juga mendapat pelatihan, perlindungan hukum, dan jaminan keselamatan kerja," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Malaka Barat, Ipda Dony R. Alfatah turut mengajak masyarakat untuk aktif berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun kepolisian apabila berencana bekerja ke luar negeri.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak berangkat secara diam-diam atau melalui jalur ilegal. Jika ada informasi atau dugaan TPPO, segera laporkan melalui call center 110 Polres Malaka tanpa dipungut biaya," ujar Kapolsek Malaka Barat.
Kanit Tipidter Satreskrim Polres Malaka, Aipda Fransiskus Tnesi menjelaskan bahwa praktik perekrutan ilegal sering kali dilakukan oknum atau calo yang hanya mengejar keuntungan tanpa memikirkan keselamatan pekerja.
Ratusan Lembar Kawat Bronjong Digelapkan, Polres Malaka Tangkap Dua Pelaku di Takari-Kupang
Tersangka Kasus Pemerkosaan di Malaka Dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Belu
Operasi Gabungan Laut Batu Bara Dikerahkan, 130 Personel Awasi Jalur Ilegal di Selat Malaka
Polda NTT Selidiki Dugaan TPPO dan Pelanggaran Ketenagakerjaan di Hotel Sasando Kupang
Wakapolres Dan Sejumlah Pejabat Polres Rote Ndao Berganti, Kapolres Minta Pejabat Segera Menyesuaikan Diri
Hutan Kateri di Malaka Terbakar, Polres Malaka Terjun Padamkan Titik Api
Menaker Yassierli Siapkan BLK Disabilitas, Fokus pada Kompetensi dan Kebutuhan Dunia Kerja
Curi di Lasiana-Kota Kupang, Diamankan di Kupang Tengah-Kabupaten Kupang
Motorola Rilis Moto g37, g77 Power, dan g67 di Indonesia, Harga Mulai Rp3,7 Juta
Serangan Siber Berbasis AI Meningkat, Investasi Keamanan Siber di Indonesia Diprediksi Melonjak
Wamenaker Afriansyah Noor Minta Mahasiswa Tak Hanya Kejar IPK, tetapi Bangun Kompetensi
PLTA Batang Toru Mulai Digenangi, Pasok Listrik 510 MW Ditargetkan Jelang Nataru 2026
Sertijab Wakapolres Manggarai Barat, AKP Sandy Pratama Putra Gantikan Kompol Martinus Pake