Gagal Bertemu Gubernur NTT, Demo Mahasiswa-Sopir Pick Up Bentrok
digtara.com -Kelompok mahasiswa Cipayung Plus bersama Aliansi Sopir Pikap Kota Kupang menggelar aksi di depan Kantor Gubernur NTT, Senin (4/5/2026).
Baca Juga:
Saat aksi berlangsung, gubernur Melki bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma tengah mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti dalam kunjungan kerja di NTT.
Demo yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional itu diikuti ratusan mahasiswa dan sopir pikap.
Baca Juga:Aksi sempat menutup ruas Jalan El Tari, Kota Kupang.
Kericuhan pecah ketika massa mencoba menerobos masuk ke area kantor gubernur dan merusak pagar.
Polisi membentuk barikade serta menyiagakan mobil water cannon.
Massa saat orasi menyoroti kondisi buruh dan guru di NTT yang dinilai masih jauh dari sejahtera.
Mereka menilai upah yang diterima tidak sebanding dengan kebutuhan hidup yang terus meningkat.
Baca Juga:"Buruh dan guru masih hidup jauh dari layak. Mereka terus menuntut keberpihakan negara," ujar Ketua Cabang GMKI Kupang, Andraviani Fortuna Umbu Laiya.
Massa juga memprotes kebijakan pembatasan jumlah penumpang mobil pikap yang kini hanya diizinkan mengangkut lima orang.
Untuk sektor pendidikan, massa meminta pemerintah menindak sekolah negeri yang masih memungut iuran di luar ketentuan, transparan soal dana pendidikan, dan serius menekan angka putus sekolah di NTT.
Aksi pun berakhir jelang malam tanpa pertemuan langsung antara massa dan Gubernur NTT.
Baca Juga:
Kakak Beradik di Kupang Meninggal dalam Kecelakaan Beruntun
Saat Kapolresta Kupang Kota Nyetir Antar Anggota Purna Bakti
Miras Diamankan Polisi saat Pemeriksaan Kendaraan
Satu Warga di Kupang Belum Ditemukan Pasca Tenggelamnya Kapal Nelayan
Ujian Psikologi Bintara Polri di Polda NTT Selesai, Tersisa 1.279 Peserta