Sabtu, 08 Agustus 2026

Pemulihan Tambak Aceh Capai Target 15.000 Hektare, Bantuan Perikanan Mulai Disalurkan

Arie - Sabtu, 08 Agustus 2026 08:00 WIB
Pemulihan Tambak Aceh Capai Target 15.000 Hektare, Bantuan Perikanan Mulai Disalurkan
ist
Pemulihan Tambak Aceh Capai Target 15.000 Hektare, Bantuan Perikanan Mulai Disalurkan

digtara.com -Pemulihan tambak Aceh terus dipercepat untuk membantu masyarakat pesisir terdampak bencana kembali menjalankan aktivitas ekonomi. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai menyalurkan berbagai bantuan untuk petambak, pembudi daya, nelayan, hingga pengolah hasil perikanan.

Baca Juga:

Bantuan tersebut mulai disalurkan kepada masyarakat terdampak di Aceh Utara dan Lhokseumawe. Penyerahan dilakukan di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Lhoksukon, Kamis (6/8/2026), sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan mata pencaharian masyarakat pascabencana.

Bantuan Perikanan Mulai Disalurkan

Direktur Prasarana dan Sarana Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Enggar Sadtopo, mengatakan dukungan tersebut diarahkan untuk menghidupkan kembali aktivitas produksi masyarakat pesisir.

Bantuan yang disalurkan meliputi 20 paket peralatan pengolahan ikan dan 57 unit kotak pendingin atau cool box.

Pemerintah juga memberikan benih dan paket pakan udang untuk mendukung pemulihan tambak seluas 1.450 hektare di Aceh Utara dan 271 hektare di Lhokseumawe.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat kembali menjalankan kegiatan budi daya dan pengolahan hasil perikanan sehingga sumber pendapatan dapat pulih.

Baca Juga:

Nelayan Aceh Utara Dapat Bantuan Mesin Kapal

Dukungan pemerintah juga menyasar sektor perikanan tangkap dan usaha garam.

Khusus di Aceh Utara, pemerintah menyalurkan 20 unit mesin kapal berkapasitas 30 PK serta 155 unit alat penangkapan ikan kepada nelayan yang terdampak bencana.

Sementara itu, sebanyak 171 unit dapur perebusan garam diberikan untuk membantu petambak garam memulihkan kegiatan produksi sekaligus sumber penghasilan mereka.

Berbagai bantuan tersebut menjadi bagian dari pemulihan ekonomi masyarakat pesisir yang terdampak kerusakan sarana produksi akibat bencana.

Delapan Ekskavator Dukung Rehabilitasi Tambak

Pemulihan tidak hanya dilakukan melalui bantuan sarana produksi. Pemerintah juga menyiagakan delapan unit ekskavator untuk mempercepat rehabilitasi tambak terdampak di delapan kabupaten/kota.

Wilayah tersebut meliputi:

Alat berat tersebut akan digunakan untuk membantu memperbaiki saluran dan kawasan tambak yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Pemerintah Targetkan Pulihkan 15.000 Hektare Tambak

Enggar menjelaskan, bantuan dan penyediaan alat berat tersebut merupakan bagian dari target pemerintah untuk memulihkan sekitar 15.000 hektare tambak terdampak bencana di Aceh.

"Kami harap bantuan ini bisa memulihkan ekonomi dari pembudi daya yang terdampak. Ini juga ada ekskavator, alat yang bisa mempercepat rehabilitasi di saluran tambak terdampak di Aceh Utara," kata Enggar.

Pemulihan tambak menjadi penting karena kerusakan kawasan budi daya maupun peralatan usaha dapat langsung menghambat masyarakat dalam memperoleh penghasilan.

Karena itu, bantuan pemerintah tidak hanya diarahkan untuk mengganti sarana yang rusak, tetapi juga mempercepat kembali kegiatan produksi, pengolahan, dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

DPR Dorong Pemanfaatan Bantuan Secara Optimal

Anggota Komisi IV DPR RI TA Khalid turut mendorong agar berbagai sarana yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga:
Menurutnya, alat berat menjadi salah satu dukungan penting untuk mempercepat pembersihan dan pemulihan tambak yang terdampak bencana.

"Terutama harapan kami ekskavator yang kami berikan ini dapat semaksimal mungkin dimanfaatkan, khususnya membersihkan tambak yang terdampak bencana di sektor perikanan," ujarnya.

Pemda Diminta Aktif Kawal Pemulihan Tambak Aceh

Perwakilan Tim Satgas PRR Aceh dari Kementerian Dalam Negeri, Imran, menegaskan bahwa percepatan pemulihan membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah.

Program kementerian dan lembaga perlu disinkronkan dengan kegiatan pemerintah daerah agar penanganan tidak tumpang tindih. Sinkronisasi juga diperlukan agar kebutuhan masyarakat dapat dipetakan secara menyeluruh dan aset yang telah diserahkan terus dimanfaatkan secara berkelanjutan.

"Pemda itu harus memiliki rasa memiliki karena pemda itu yang menerima manfaat dan tanggung jawab ketika serah terima pemanfaatan maupun aset," kata Imran.

Dengan sinergi pemerintah pusat dan daerah, pemulihan tambak Aceh diharapkan dapat berjalan lebih cepat sehingga petambak, nelayan, pembudi daya, dan pelaku usaha perikanan terdampak dapat kembali produktif dan memulihkan perekonomiannya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Lahan Huntap Aceh Tamiang Terpenuhi 100 Persen, Satgas PRR Kejar Penyelesaian Fasilitas Pendukung

Lahan Huntap Aceh Tamiang Terpenuhi 100 Persen, Satgas PRR Kejar Penyelesaian Fasilitas Pendukung

44.121 Huntap Dibangun untuk Penyintas Bencana Sumatera, Aceh Dapat Porsi Terbesar

44.121 Huntap Dibangun untuk Penyintas Bencana Sumatera, Aceh Dapat Porsi Terbesar

415 Jembatan Rampung Dibangun, Satgas PRR Apresiasi Kerja Satgas Jembatan TNI AD

415 Jembatan Rampung Dibangun, Satgas PRR Apresiasi Kerja Satgas Jembatan TNI AD

94 Persen Jalan Daerah di Aceh Kembali Fungsional, Satgas PRR Percepat Pemulihan Pascabencana

94 Persen Jalan Daerah di Aceh Kembali Fungsional, Satgas PRR Percepat Pemulihan Pascabencana

401 Huntap di Aceh Rampung, Satgas PRR Percepat Pembangunan 1.832 Hunian Tetap Pascabencana

401 Huntap di Aceh Rampung, Satgas PRR Percepat Pembangunan 1.832 Hunian Tetap Pascabencana

Satgas PRR Dorong Realisasi Tambahan TKD Aceh Rp1,65 Triliun, Fokus Percepat Pemulihan Pascabencana

Satgas PRR Dorong Realisasi Tambahan TKD Aceh Rp1,65 Triliun, Fokus Percepat Pemulihan Pascabencana

Komentar
Berita Terbaru