Sabtu, 30 Mei 2026

Dapur MBG di NTT hanya dibolehkan Pakai LPG 50 Kilogram

Imanuel Lodja - Senin, 13 April 2026 14:00 WIB
Dapur MBG di NTT hanya dibolehkan Pakai LPG 50 Kilogram
ist
Dapur MBG di NTT hanya dibolehkan Pakai LPG 50 Kilogram

digtara.com -Pemerintah Provinsi NTT kini membatasi penggunaan LPG tertentu dan mengarahkan dapur MBG hingga pelaku usaha memakai tabung ukuran 50 kilogram.

Baca Juga:

Hal ini merupakan dampak dari kelangkaan LPG di NTT.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan wakil gubernur NTT, Johni Asadoma menempuh kebijakan ini setelah ditemukan kekosongan stok LPG di sejumlah titik di Kota Kupang, seperti O Mart dan MTM Mart, saat melakukan pemantauan akhir pekan lalu.

Gubernur Melki Laka Lena menyebut kelangkaan LPG ini tidak lepas dari gangguan distribusi dari luar daerah, yang turut dipengaruhi kondisi global.

Baca Juga:
NTT sendiri masih sangat bergantung pada pasokan energi dari luar wilayah, termasuk pengiriman LPG dari Surabaya.

Ketika distribusi tersendat, stok di tingkat lokal langsung terdampak.

"Memang ada keterlambatan distribusi, sehingga terjadi kekosongan di beberapa titik," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah mengeluarkan imbauan tegas kepada sektor komersial, termasuk dapur MBG, restoran, dan hotel, untuk tidak lagi menggunakan LPG ukuran 12 kilogram dan 5 kilogram.

Mereka diarahkan menggunakan LPG 50 kilogram agar pasokan tabung kecil tetap tersedia bagi rumah tangga.

Kebijakan ini dinilai penting mengingat program MBG membutuhkan pasokan energi stabil untuk operasional dapur yang melayani masyarakat luas.

Baca Juga:
Untuk mengatasi kelangkaan, Pemprov NTT bersama Pertamina menyiapkan sejumlah langkah cepat.

Salah satunya dengan menambah agen LPG di Kota Kupang dari satu menjadi dua, yakni PT Timor Gas di Alak dan PT Ferimas di Bolok.

Selain itu, distribusi LPG dari Surabaya juga sedang dipercepat guna menutup kekosongan stok di lapangan.

Pemerintah memastikan kelangkaan ini bersifat sementara. Masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru bisa memperparah kondisi.

Wakil Gubernur Johanis Asadoma menegaskan, ketergantungan tinggi terhadap pasokan dari luar daerah menjadi tantangan utama yang harus segera diatasi.

"Saat ini sekitar 80 persen kebutuhan masih dari luar NTT. Ini yang harus kita benahi ke depan," ujarnya.

Meski sebagian besar bahan pokok masih terpantau stabil, kelangkaan LPG menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem distribusi energi, terutama di tengah tekanan rantai pasok global.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Fasilitas Rusak, Akses ke Lokasi Wisata Alam Danau Sano Limbung-Manggarai Barat Ditutup Sementara

Fasilitas Rusak, Akses ke Lokasi Wisata Alam Danau Sano Limbung-Manggarai Barat Ditutup Sementara

Sempat Kabur, Pencuri Sepeda Motor di Sumba Timur Diamankan Polisi

Sempat Kabur, Pencuri Sepeda Motor di Sumba Timur Diamankan Polisi

Polres TTU Galang Kamtibmas Pasca Kasus Pengeroyokan dan Pencurian di Insana Fafinisu

Polres TTU Galang Kamtibmas Pasca Kasus Pengeroyokan dan Pencurian di Insana Fafinisu

Polres Manggarai Barat Periksa Lima Saksi Dalam Kasus Tewasnya Dua WNA Austria

Polres Manggarai Barat Periksa Lima Saksi Dalam Kasus Tewasnya Dua WNA Austria

Niat Bercanda, Mahasiswa di Sumba Barat Daya Tewas Ditembak Rekan Dengan Senapan Angin

Niat Bercanda, Mahasiswa di Sumba Barat Daya Tewas Ditembak Rekan Dengan Senapan Angin

Pembinaan Berdampak Nyata, WBP Olah Lahan Tandus Hingga Panen 10 Ton Jagung

Pembinaan Berdampak Nyata, WBP Olah Lahan Tandus Hingga Panen 10 Ton Jagung

Komentar
Berita Terbaru