Minggu, 03 Mei 2026

Wilayah NTT Masuk Musim Kemarau Lebih Awal

Imanuel Lodja - Kamis, 19 Maret 2026 14:56 WIB
Wilayah NTT Masuk Musim Kemarau Lebih Awal
net
Ilustrasi.

digtara.com -Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis adanya peralihan dari musim hujan ke musim kemarau di Indonesia yang mana bermula dari wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga:

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Sti Nenotek menyebutkan kendati akan memasuki musim kemarau pada akhir dua minggu terakhir ini namun hujan masih berpotensi mengguyur NTT tapi tidak seintens sebelumnya.

Sti mengimbau kepada para pemudik agar selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG selama melakukan perjalanan.

BMKG sebelumnya telah merilis awal musim kemarau di wilayah Indonesia.

Baca Juga:
Namun Sti menegaskan wilayah NTT yang akan lebih dahulu mengalami kemarau mulai dari bagian selatan. Kondisi ini akan meluas hingga NTT masuk periode musim kemarau sepenuhnya pada April 2026 nanti.

Wilayah seperti Kota Kupang, Sabu Raijua, Rote Ndao, akan berada di awal peralihan ke musim kemarau ini.

Oleh sebab itu di periode minggu ketiga dan keempat Maret ini memang masih terjadi hujan kendati sudah dalam peralihan musim.

"Dan awal musim kemarau tahun ini didahului dari wilayah NTT bagian selatan di mana wilayah NTT seluruhnya memasuki musim kemarau nanti pada bulan April. Nanti ada di awal, ada yang mulai pertengahan April, dan ada di akhir," jelas dia.

NTT saat ini tentunya masih akan mengalami hujan terutama pada saat periode Nyepi dan Idul Fitri.

Ia menyebut intensitas curah hujan sedang hingga lebat dapat berpotensi terjadi selama periode minggu ketiga dan keempat.

Baca Juga:
"Prediksi BMKG, pada minggu ketiga dan keempat periode lebaran ini intensitas hujannya menurun. Ini berada pada periode peralihan musim," tambah dia.

Untuk pekan ini atau dalam beberapa hari ke depan hujan sedang hingga lebat juga masih berpotensi terjadi.

Penyebabnya, akibat adanya pusat tekanan rendah yang terpantau ada di Darwin, utara Australia, yang berdampak pada cuaca di NTT.

"Sehingga dampak tidak langsungnya terhadap kondisi cuaca di NTT berupa hujan sedang hingga lebat hampir di seluruh wilayah NTT," jelasnya.

Sti mengimbau kepada pemudik yang akan beraktivitas di luar ruangan untuk tetap memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG.

Pihaknya juga rutin berkomunikasi dengan Air Traffic Control (ATC) atau Pengatur Lalu Lintas Udara juga otoritas perhubungan lainnya.

Baca Juga:
"Kami aktif memberikan data kami pada posko mudik dan setiap menit juga kami mengirimkan data ke ATC untuk informasi cuaca bagi maskapai. Instansi lainnya juga kami support data demi kelancaran arus mudik dan balik selama periode lebaran," jelas dia.

Sebelumnya Kepala Stasiun Klimatologi NTT, Rahmatulloh Adji, menyatakan musim kemarau diprediksi datang lebih cepat dibandingkan rata-rata klimatologi 30 tahun terakhir.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Begini Respons OJK NTT Pasca Penangkap Pelaku Phising Tools di Kupang

Begini Respons OJK NTT Pasca Penangkap Pelaku Phising Tools di Kupang

Tiga Pelaku Angkut BBM Ilegal di Oelpuah-Kupang Ditangkap Polisi

Tiga Pelaku Angkut BBM Ilegal di Oelpuah-Kupang Ditangkap Polisi

Anak Dibawah Umur Dicabuli Tetangganya, Polisi Naikkan ke Penyidikan

Anak Dibawah Umur Dicabuli Tetangganya, Polisi Naikkan ke Penyidikan

Kabur Dari Rumah, Pria di Kabupaten TTS-NTT Ditemukan Tewas Gantung Diri

Kabur Dari Rumah, Pria di Kabupaten TTS-NTT Ditemukan Tewas Gantung Diri

Pria di Belu Diamankan Polisi Karena Angkut BBM Ilegal

Pria di Belu Diamankan Polisi Karena Angkut BBM Ilegal

Tiga Hari Hilang Pasca Jatuh ke Laut, Nelayan di Kupang Ditemukan Meninggal Dunia

Tiga Hari Hilang Pasca Jatuh ke Laut, Nelayan di Kupang Ditemukan Meninggal Dunia

Komentar
Berita Terbaru