Rabu, 26 Agustus 2026

Didukung ICITAP, Polda NTT dan Lembaga Terkait Bahas masalah TPPO di NTT

Imanuel Lodja - Kamis, 08 Januari 2026 17:47 WIB
Didukung ICITAP, Polda NTT dan Lembaga Terkait Bahas masalah TPPO di NTT
ist
Seminar TPPO yang digelar Polda NTT dan ICITAP pada Kamis (8/1/2026)

digtara.com -Polda NTT bekerjasama dengan United States Department of Justice – International Criminal Investigative Training Assistance Program (USDOJ–ICITAP) menggelar seminar Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Ballroom Hotel Aston Kupang, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga:

Kegiatan ini diikuti 117 peserta, terdiri dari 101 personel Polri dan 16 peserta eksternal dari berbagai lembaga pemerintah, organisasi masyarakat sipil, serta lembaga keagamaan yang selama ini aktif dalam isu perlindungan perempuan, anak, dan pekerja migran.

Seminar dibuka Direktur Reserse PPA dan PPO Polda NTT, Kombes Pol Nova Irone Surentu didampingi sejumlah pejabat Polri, perwakilan ICITAP, serta para pemateri dari BP3MI, Direktorat PPA dan PPO Polda NTT, dan Imigrasi NTT.

Kombes Pol Nova Irone Surentu menegaskan bahwa NTT merupakan salah satu daerah yang memiliki kerawanan tinggi terhadap tindak pidana perdagangan orang, sehingga membutuhkan penguatan kapasitas aparat dan kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga:
"TPPO adalah kejahatan serius yang melanggar hak asasi manusia. Penanganannya tidak bisa dilakukan sendiri oleh Polri, tetapi harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, imigrasi, lembaga sosial, hingga masyarakat," tegasnya.

Seminar ini menghadirkan sejumlah materi strategis, antara lain kebijakan dan strategi Polri dalam penanganan TPPO, modus operandi dan tren kasus TPPO, langkah penyelidikan dan penyidikan, perlindungan korban, serta penguatan koordinasi lintas fungsi dan instansi.

Materi disampaikan oleh Kepala BP3MI NTT Suratmi Hamida, AKP Yohanes Balla, serta Analis Keimigrasian Ahli Madya Christian Penna dengan sesi diskusi interaktif yang terbagi dalam dua sesi.

Menurut Kombes Pol Nova, forum ini menjadi ruang penting untuk menyamakan persepsi aparat penegak hukum dan mitra kerja dalam menangani kasus TPPO secara komprehensif dan berorientasi pada korban.

"Kami mendorong peningkatan kemampuan personel dalam deteksi dini, penanganan perkara, serta perlindungan korban TPPO, sehingga penegakan hukum dapat berjalan efektif dan humanis," ujarnya.

Seminar TPPO ini merupakan implementasi kerjasama Pemerintah Amerika Serikat melalui USDOJ/ICITAP dengan Direktorat TPPA dan TPPO Mabes Polri serta Polda NTT, dalam kerangka proyek pengembangan Kepemimpinan dan Pemolisian Berbasis Komunitas.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Anggota Polairud Polda NTT Gelar Sholat Istighosah dan Doa Bersama untuk Korban Gempa Bumi Flores

Anggota Polairud Polda NTT Gelar Sholat Istighosah dan Doa Bersama untuk Korban Gempa Bumi Flores

Berkas P21, Ditres PPA dan PPO Polda NTT Serahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak ke JPU

Berkas P21, Ditres PPA dan PPO Polda NTT Serahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak ke JPU

Apresiasi Penetapan Tiga Tersangka, Keluarga Dokter Icha Minta Polisi Tahan Tersangka

Apresiasi Penetapan Tiga Tersangka, Keluarga Dokter Icha Minta Polisi Tahan Tersangka

Kapolda NTT Sambangi Bayi Yang Lahir Saat Bencana di RSUD Aeramo-Nagekeo

Kapolda NTT Sambangi Bayi Yang Lahir Saat Bencana di RSUD Aeramo-Nagekeo

Tiga Anggota DPRD Kabupaten TTU Jadi Tersangka Kasus Dugaan Intimidasi Dokter Icha

Tiga Anggota DPRD Kabupaten TTU Jadi Tersangka Kasus Dugaan Intimidasi Dokter Icha

Tujuh Terdakwa Kematian Sebastian Bokol Divonis 15 Tahun, Hakim dan JPU Diserang Hingga Dievakuasi ke Polda NTT

Tujuh Terdakwa Kematian Sebastian Bokol Divonis 15 Tahun, Hakim dan JPU Diserang Hingga Dievakuasi ke Polda NTT

Komentar
Berita Terbaru