Begini Kronologi Kejadian Dugaan Penganiayaan Dua Siswa SPN Polda NTT Yang Viral di Media Sosial
Arie - Jumat, 14 November 2025 15:13 WIB
net
Begini Kronologi Kejadian Dugaan Penganiayaan Dua Siswa SPN Polda NTT Yang Viral di Media Sosial
Bripda TTD sudah diamankan dan diinterogasi. Saksi kunci yang merekam kejadian, Bripda GP, juga diperiksa.
Hasil pemeriksaan medis terhadap KLK dan JSU menunjukkan tidak ada luka atau memar pada tubuh korban.
Baca Juga:
Keluarga kedua siswa sudah mendatangi Mako Polda NTT dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian.
Baca Juga:
Bidang Propam sudah mengeluarkan surat perintah penempatan khusus (Patsus) sebagai tindakan disiplin awal terhadap Bripda TTD.
Kombes Pol Henry menegaskan bahwa penanganan kasus ini menjadi bukti komitmen institusi untuk menegakkan nilai pembinaan personel berlandaskan nilai asah, asih, dan asuh.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Ia menegaskan kekerasan tidak boleh terjadi di lingkungan Polri dan berharap hal seperti ini tidak terulang.
Baca Juga:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Polairud Polda NTT Evakuasi Wisatawan Asing Saat Pingsan Ketika Berwisata
Warga Semau-Kupang Pelaku Bom Ikan Diamankan Anggota Ditpolairud Polda NTT
Bos Perusahaan Tersangka Kasus TPPO Diserahkan Penyidik Ditres PPA dan PPO Polda NTT ke Kejaksaan
824 Anggota Polri Amankan Kunjungan Wapres ke Kota Kupang dan Kabupaten Rote Ndao
Cemburu Istri di Jakarta Pasang Foto Mantan Pacar, Pria di Kupang Aniaya Balita Usia Tujuh Bulan
Korban TPPO Asal TTS-NTT Diselamatkan di Serawak-Malaysia
Komentar
Berita Terbaru
Keamanan Mulai Kondusif Pasca Kerusuhan Warga di Adonara, Warga Kembali Serahkan Senpira dan Sajam ke Polisi
Kapolres Sumba Timur dan PJU Kunjungi Korban Laka Lantas dari Rumah ke Rumah
Begini Penjelasan Polres TTU Terkait Penganiayaan dan Pengeroyokan Tiga Warga
Dituduh Mencuri, Tiga Warga di Kabupaten TTU Dikeroyok Masyarakat Desa Tetangga
Puluhan Sepeda Motor Terlibat Balapan Liar Diamankan Satlantas Polresta Kupang Kota
IHSG Ditutup Menguat ke 6.206, Saham BBRI, BBCA, dan AMMN Jadi Penopang Utama
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS, Sentimen Defisit Fiskal Jadi Tekanan Utama