Rabu, 09 September 2026

Pasca Putusan Nanti, Elemen Masyarakat Sipil di Kupang-NTT Usul Terdakwa Fajar Ditahan di Lapas Nusakambangan

Imanuel Lodja - Senin, 20 Oktober 2025 11:19 WIB
Pasca Putusan Nanti, Elemen Masyarakat Sipil di Kupang-NTT Usul Terdakwa Fajar Ditahan di Lapas Nusakambangan
ist
Elemen masyarakat sipil saat menggelar aksi damai di Pengadilan Negeri Kupang beberapa waktu lalu

digtara.com -Aksi kepedulian terhadap kasus kekerasan seksual pada tiga orang anak oleh mantan Kapolres Ngada terus mengalir.

Baca Juga:

Sejumlah elemen masyarakat sipil di Kupang, NTT masih terus menyuarakan tuntutan keadilan dan pembelaan terhadap korban dari terdakwa Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmadja alias Fajar alias Andi.

Bahkan elemen masyarakat sipil yang tergabung dalam Solidaritas anti kekerasan dan diskriminasi terhadap kelompok minoritas dan rentan di NTT (Saksiminor) menyampaikan sejumlah keprihatinannya dan dukungan agar adanya hukuman maksimal terhadap terdakwa.

Sidang putusan terhadap terdakwa baru akan digelar di Pengadilan Negeri Kupang pada Selasa (21/10/2025).

Baca Juga:
Namun saat melakukan aksi di Pengadilan Negeri Kupang pekan lalu, para juru bicara Saksiminor menuntut hukuman maksimal bagi terdakwa.

Mereka juga menyerukan agar pasca putusan nanti, terdakwa ditahan dan menjalani hukuman di Lapas Nusakambangan.

"Terdakwa jangan ditahan di Lapas Kupang. Biarkan dia jalani masa tahanannya di (Lapas) Nusakambangan supaya jangan ada trauma bagi masyarakat NTT," ujar Ana, salah satu peserta aksi.

Mereka juga menyampaikan sejumlah tuntutan dalam bentuk tertulis yang disampaikan Sarah Lery Mboeik kepada ketua Pengadilan negeri Kupang, Fery Haryanta.

Ketua Pengadilan Negeri Kupang, Fery Haryanta sendiri menjamin kalau majelis hakim yang menyidangkan terdakwa Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmadja alias Fajar alias Andi akan profesional dalam memberikan putusan.

Mantan Kapolres Ngada ini terjerat kasus tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak.

Baca Juga:
Ketua pengadilan negeri Kupang mengapresiasi aksi yang dilakukan elemen masyarakat. "Saya apresiasi dan sangat menghargai aksi ini untuk membantu mengingatkan kami," ujarnya saat menerima pernyataan sikap peserta aksi.

Ia memastikan kalau pihaknya akan memberikan putusan hukuman maksimal sesuai aturan.

"Apa pun putusannya nanti pasti kami berikan putusan maksimal. Hindarkan kami dari kebutaan. Koreksi kami supaya kami beri putusan maksimal," tandasnya.

Ia menghargai masukan elemen masyarakat berupa kritikan dan masukan.

Namun ia mengingatkan kalau di Indonesia belum ada hukuman kebiri. "Jangan minta yang diluar aturan. Kita belum ada hukuman kebiri. Yakinlah majelis hakim akan beri putusan maksimal," tandasnya.

Selama ini sidang kasus ini dipimpin ketua majelis hakim A. A. GD. Agung Parnata dengan dua hakim anggota yakni Putu Dima Indra dan Sisera Semida Naomi Nenohayfeto.

Baca Juga:
Bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) masing-masing Arwin Adinata, Kadek Widiantari, Samsu Jusnan Efendi Banu dan Sunoto.

Peserta aksi menyinggung soal kejanggalan tuntutan JPU atas terdakwa Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmadja alias Fajar alias Andi, mantan Kapolres Ngada yang terjerat kasus tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Delapan Bulan Terakhir, 28 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Polres Kupang

Delapan Bulan Terakhir, 28 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Polres Kupang

Tiga Pria Pelaku Pengeroyokan di Alak-Kupang Dilimpahkan ke JPU

Tiga Pria Pelaku Pengeroyokan di Alak-Kupang Dilimpahkan ke JPU

Biara di Kupang Dibobol Pencuri, Polisi Amankan Pelaku

Biara di Kupang Dibobol Pencuri, Polisi Amankan Pelaku

Tuntaskan Kasus Fidusia, Polda NTT Serahkan Lagi Dua Tersangka ke Kejaksaan

Tuntaskan Kasus Fidusia, Polda NTT Serahkan Lagi Dua Tersangka ke Kejaksaan

Kecelakaan Lalu Lintas Beruntun di Jalan Palapa Kupang, Satu Pengendara Sepeda Motor Meninggal Dunia

Kecelakaan Lalu Lintas Beruntun di Jalan Palapa Kupang, Satu Pengendara Sepeda Motor Meninggal Dunia

Viral Video Oknum Polantas Minta Uang Tilang Kepada Warga Masyarakat, Kapolres Kupang Segera Tindak Tegas

Viral Video Oknum Polantas Minta Uang Tilang Kepada Warga Masyarakat, Kapolres Kupang Segera Tindak Tegas

Komentar
Berita Terbaru