Modus IRT di Flores Timur Terungkap! Ngaku Dirampok Padahal Uang Dipakai Bisnis Online
Rekayasa kasus
Baca Juga:
Laporan kasus begal ini rupanya hanya rekayasa korban.
"Sesungguhnya kasus begal cuma direkayasa saja karena korban sudah menggunakan uang untuk kepentingannya sehingga takut dengan suaminya," ujar Kapolsek Solor Timur, Iptu Fidelis Perang saat dikonfirmasi pada Minggu (1/6/2025).
Korban merekayasa seolah-olah dibegal. "Hasil penyelidikan kami berdasarkàn fakta demikian (direkayasa)," tambah Iptu Fidelis.
Pasca dilakukan penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian, ternyata kisah itu hanyalah rekayasa Elisabet.
Setelah menelusuri alur keuangan Elisabeth, ditemukan fakta bahwa uang yang dilaporkan "hilang" sebenarnya telah ia gunakan sendiri untuk bisnis online.
Berdasarkan hasil pengecekan rekening, terdapat empat kali transfer kepada dua rekening berbeda yang tidak dikenalnya, dengan total mencapai Rp 4.350.000.
Transfer pertama Rp 150.000, dilanjutkan transfer kedua Rp 200.000, transfer ketiga Rp 1.000.000 dan transfer keempat sebesar Rp 3.000.000.
Saat diperiksa Kanit Reskrim Polsek Solor Timur, Aipda Benny A. Thon, Elisabeth Dua Bela mengaku tergabung dalam sebuah grup WhatsApp Bisnis Online
Di bisnis itu, Elisabet dijanjikan akan menerima uang dari seseorang bernama "Ibu Ika" di Desa Lamaole.
Namun, saat mencoba mengambil uang tersebut, sosok Ibu Ika tak pernah muncul, dan nomor kontaknya pun tak bisa dihubungi.
Karena panik, Elisabeth merekayasa cerita pembegalan, demi mengelabui suaminya yang saat ini sedang merantau.
Kapolres Flores Timur Bertemu Raja Larantuka Dorong Perdamaian di Adonara Timur Lewat Musyawarah Adat
Tim Mediasi Penyelesaian Konflik Komunal Adonara Temui Tokoh Adat
Polisi Amankan Dan Musnahkan Bom Rakitan Temuan Warga Adonara Timur
Libatkan Tokoh Adat dan Tim Mediasi, Kapolres Flores Timur Perkuat Rekonsiliasi di Adonara Timur
Tim Jibom Brimob Polda NTT Musnahkan Tiga Bom Pipa Rakitan di Flores Timur