Presiden Prabowo Didesak Tetapkan Status Darurat Bencana Nasional di Sumatera
digtara.com -Forum Jurnalis Aceh – Jakarta (For-JAK) mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menetapkan Status Darurat Bencana Nasional menyusul banjir dan longsor besar yang melumpuhkan sejumlah wilayah di Sumatra, terutama Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Baca Juga:
Desakan ini muncul karena dampak bencana terus meluas, sementara berbagai akses vital terputus dan penanganan oleh pemerintah daerah dinilai sudah tidak memadai akibat skala kerusakan yang semakin parah.
Ketua For-JAK, Salman Mardira, menyebut kondisi di sejumlah titik telah berada pada tahap sangat memprihatinkan. Banyak warga masih terisolasi karena jalan terputus, komunikasi lumpuh, dan distribusi logistik tersendat.
Ia menegaskan bahwa intervensisi cepat pemerintah pusat dibutuhkan untuk memastikan mobilisasi sumber daya berlangsung lebih terkoordinasi.
Baca Juga:
Menurutnya, masyarakat di banyak titik terdampak masih menunggu bantuan makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Salman juga mengingatkan bahwa jumlah korban di lapangan berpotensi lebih besar dari laporan resmi. Terputusnya akses dan hambatan komunikasi membuat pendataan berjalan sangat lambat, yang dapat menghambat proses evakuasi dan penyelamatan.
Akses Aceh–Medan Harus Diprioritaskan
For-JAK menekankan pentingnya percepatan pemulihan jalur darat Aceh–Medan, yang menjadi nadi utama distribusi bantuan di wilayah tersebut. Kerusakan di beberapa ruas membuat pengiriman logistik dari luar daerah tersendat dan memperlambat pergerakan tim penyelamat.
Baca Juga:
"For-JAK meminta pemerintah memprioritaskan perbaikan ruas Aceh–Medan. Jika akses ini tidak segera dipulihkan, masyarakat di pedalaman Aceh akan semakin kesulitan menerima bantuan," tegas Salman.
Sebagai langkah strategis, For-JAK mendorong pengerahan angkutan udara secara masif untuk menembus wilayah yang benar-benar terisolasi. Daerah seperti Aceh Utara, Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Nagan Raya, hingga Aceh Tenggara dinilai membutuhkan suplai logistik lewat jalur udara karena jalur darat dan sungai tak lagi dapat digunakan.
"Penerjunan bantuan melalui udara saat ini menjadi solusi paling realistis. Banyak daerah yang tidak mungkin ditembus tanpa helikopter atau pesawat kecil," imbuhnya.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Simbol Penghormatan untuk Perjuangan Buruh
Reshuffle Kabinet: Prabowo Lantik Muhammad Qodari Jadi Kepala Bakom RI, Rombak Struktur Komunikasi Istana
Hujan Intensitas Tinggi Rendam Sejumlah Wilayah di Kabupaten Malaka
Banjir Bandang Tapanuli Utara 24 April 2026, 4 Rumah Hanyut dan 18 Rusak Berat
Lansia Di Kupang Tewas Terseret Banjir
11 Pimpinan BAZNAS Periode 2026-2031 Terima SK Presiden Lewat Menag, Inilah Daftar Orangnya!
Fase Armuzna Berakhir, Kemenhaj Pastikan Mina Clear dan Siapkan Kepulangan Jemaah
Dua Kali Mangkir Panggilan Polisi Kasus Korupsi Bantuan Kapal Penangkap Ikan di Ende, Mantan Pejabat Kemensos RI Diamankan Polres Ende di Poltekkes
Sempat Kritis, Petani Yang Jatuh dari Pohon Pinang Meninggal Dunia
Korban Masih Sekarat, Keluarga Korban Pengeroyokan di Kabupaten TTU Gelar Ritual Adat
Akhiri Konflik, Warga Adonara-Flores Timur Teken Komitmen Bersama Atas Konflik Komunal
Rumah Tinggal Milik Disabilitas di Sabu Raijua Terbakar
Jatuh Dari Pohon Pinang, Petani di Kupang Kritis