Setelah Puncak Haji, Garuda Siap Pulangkan Jemaah Haji, Siapkan Golf Car untuk Layanan Lansia
digtara.com - General Manager Garuda Indonesia Jeddah, Nano Setiawan, memastikan kesiapan maskapai dalam melayani proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi ke Tanah Air usai pucak haji untuk gelombang I. Hal itu disampaikan Nano usai rapat evaluasi kedatangan dan persiapan pemulangan jemaah di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, Jumat (22/05/2026).Nano mengatakan, proses kedatangan jemaah haji ke Arab Saudi sejauh ini berjalan baik berkat koordinasi seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, kesiapan untuk fase pemulangan juga telah dimatangkan sejak dini.
Baca Juga:
Ia menyebut, Garuda Indonesia akan mulai melaksanakan pemulangan jemaah sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah. Dalam fase pemulangan ini, perhatian khusus diberikan kepada jemaah lanjut usia (lansia) yang mencapai sekitar 21 persen dari total jemaah Indonesia tahun ini.
"Pelayanan terhadap lansia menjadi prioritas kami. Kami memahami betul bahwa 21 persen jemaah adalah lansia, sehingga layanan mereka harus lebih ditingkatkan," katanya.
Sebagai bentuk pelayanan tambahan, Garuda Indonesia menyiapkan dua unit Golf Car untuk layanan khusus bagi lansia, termasuk pendampingan bagasi agar jemaah tidak kerepotan selama proses keberangkatan di bandara.
Nano menjelaskan, petugas nantinya akan membantu proses sweeping bagasi untuk lansia sehingga mereka tidak perlu membawa kabin bagasi sendiri saat bergerak dari pelataran bandara menuju area imigrasi.
Baca Juga:"Tujuannya agar lansia lebih nyaman dan tidak kelelahan selama proses di bandara," jelasnya.
Selain pelayanan, Garuda juga menaruh perhatian besar terhadap ketepatan waktu penerbangan atau on-time performance. Menurut Nano, ketepatan waktu berkaitan langsung dengan keselamatan, kenyamanan, dan keamanan penerbangan.
Karena itu, ia mengingatkan jemaah agar mematuhi aturan bagasi yang telah ditetapkan. Untuk bagasi besar, maksimal berat yang diperbolehkan adalah 32 kilogram, sedangkan bagasi kabin dibatasi 7 kilogram ditambah satu tas paspor.
Nano juga mengingatkan agar jemaah tidak memasukkan barang-barang terlarang ke dalam koper, seperti air zamzam di bagasi besar maupun powerbank yang tidak sesuai ketentuan.
"Kami berharap jangan sampai terjadi pembongkaran bagasi di lapangan karena adanya barang yang tidak diperbolehkan," ujarnya.
"Kami memberikan spare waktu satu jam lebih awal agar proses di plaza dan imigrasi bisa berjalan lebih matang. Dengan begitu jemaah tidak terlalu lama menunggu di bandara maupun di bus," katanya. (San).
Jemaah Bergerak ke Arafah Besok, Kemenhaj Matangkan Layanan Armuzna
Setelah Puncak Haji, Garuda Siap Pulangkan Jemaah Haji, Siapkan Golf Car untuk Layanan Lansia
Fase Pemulangan, Saudia Airlnes Akan Lakukan 248 penerbangan, Jemaah Diminta Tak Simpan Zam-zam Dalam Koper
Seluruh Jemaah Haji Indonesia Telah Tiba di Saudi, Kemenhaj Matangkan Layanan Armuzna
Jemaah JKG-27 Muhammad Firdaus Ditemukan Wafat, PPIH Arab Saudi Akan Badalkan Haji untuk Almarhum