Jumat, 05 Juni 2026
Haji 2026

Operasional Haji 2026 Akan Dimulai 22 April, Petugas Haji Bandara Diminta Fokus Melayani Jemaah

Ahsan Fauzi - Senin, 20 April 2026 04:19 WIB
Operasional Haji 2026 Akan Dimulai 22 April, Petugas Haji Bandara Diminta Fokus Melayani Jemaah
Ahsan Fauzi
Kepala Daker Bandara, Abdul Basir saat memberikan arahan kepada petugas bandara PPIH Arab Saudi 2026

digtara.com - Operasional haji 2026 akan dimulai 22 April 2026, Daerah Kerja (Daker) Bandara menjadi ujung tombak pelayanan karena jemaah kloter pertama tiba di tanah suci yang menyambut daker tim Daker Bandara.

Baca Juga:

Untuk itu, kini tim Daker Bandara fokus melakukan koordinasi untuk memantabkan pelaksanaan haji 2026.Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, menegaskan pentingnya peran petugas dalam memberikan rasa aman dan pelayanan yang excelent kepada jemaah haji Indonesia setibanya di Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan kepada petugas di Hotel Daker Bandara di Madinah, Minggu (19/4/2026).

"Keberadaan kita penting untuk jemaah haji, terutama untuk memberikan rasa aman dan tenang. Kita merupakan Petugas pertama yang dilihat jemaah saat tiba di bandara sehingga kita harus memberikan kesan terbaik," ujar Abdul Basir.

Baca Juga:

Ia menekankan bahwa seluruh petugas harus memahami dan menghormati regulasi otoritas setempat, namun tetap dituntut fleksibel dalam menjalankan tugas di lapangan.

"Ada beberapa hal yang memang harus kita fleksibel. Namun prinsipnya, kita tetap mengikuti ketentuan otoritas bandara. Tujuan kita sama memberikan pelayanan dan penghormatan kepada duyufurrahman," lanjutnya.

Abdul Basir juga menyoroti pentingnya kecepatan layanan, terutama pada proses fast track yang kini menjadi fokus utama.

"Layanan di fastrack sangat cepat, waktu cukup ketat, tapi data kita juga harus akurat. Jadi kita dituntut untuk memberikan layanan yang ekstra cepat dan tepat," jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa satu kelompok terbang (kloter) dapat tersebar di dua hingga tiga hotel, sehingga koordinasi data dengan Daker Madinah menjadi krusial.

"Yang perlu diperhatikan, satu kloter bisa beda dua sampai tiga hotel. Maka kita harus aktif koordinasi data akomodasi ke Daker Madinah," katanya.

Baca Juga:

Untuk mendukung mobilitas jemaah lansia dan disabilitas, tersedia fasilitas seperti mobil golf, payung, dan kursi roda.

"Mobil golf sudah ada di terminal haji. Untuk fast track, kita butuh payung dan kursi roda yang cukup," tambahnya.

Adapun penugasan di bandara Madinah dibagi ke dalam empat titik utama, yakni terminal haji, area fast track, gate internasional, dan terminal zero.

"Penugasan ada di empat titik, dengan konsentrasi terbesar di fast track, karena sekitar sekitar 90ribu jemaah kita turun di Mecca Route, yaitu jemaah dari embarkasi Jakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar," pungkasnya.

Abdul Basir mengingatkan seluruh petugas untuk menjaga kekompakan, disiplin, dan niat pelayanan selama bertugas.

"Layani jemaah dengan sepenuh hati, jaga koordinasi, dan tetap solid di lapangan. Kita hadir di sini untuk memastikan jemaah merasa aman, nyaman, dan terlayani dengan baik sejak pertama kali tiba di Arab Saudi," tutupnya. (San).

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ahsan Fauzi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru