Pastikan Pelayanan Kesehatan Haji 2026, Kemenhaj Siagakan 45 Klinik Kesehatan di Makkah dan Madinah
digtara.com - Pemerintah terus memperkuat skema layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M, seiring dengan kebijakan baru dari pemerintah Arab Saudi yang mengatur rasio pelayanan kesehatan.
Baca Juga:
"Dengan penambahan klinik dan penguatan layanan di KKHI, kami berharap pelayanan kesehatan bagi jemaah semakin optimal," ujarnya.
Untuk meningkatkan ketepatan penanganan medis, petugas kesehatan kloter akan dibekali pedoman rujukan berbasis tingkat keparahan (severity level) penyakit. Melalui sistem ini, petugas dapat menentukan apakah jemaah dirujuk ke KKHI atau harus langsung ke rumah sakit Arab Saudi.
Baca Juga:"Pendekatan severity level ini penting agar jemaah mendapatkan pertolongan yang cepat dan sesuai dengan kondisi kesehatannya," kata Liliek, Senin (30/03/2026).
Dalam rangka menjamin mutu layanan, kata Liliek, pemerintah Arab Saudi juga mensyaratkan supervisi dari penyedia layanan kesehatan swasta yang terakreditasi. Pada musim haji tahun ini, pengawasan layanan kesehatan jemaah haji Indonesia akan dilakukan oleh Saudi German Hospital.
"Untuk penyediaan obat selama masa operasional haji akan didistribusikan dari KKHI di Makkah dan Madinah ke seluruh tenaga kesehatan kloter yang mendampingi jemaah di hotel-hotel," terang Liliek.
"Selain itu, jemaah perlu istirahat cukup, minimal enam jam tidur setiap malam, serta menjaga pikiran tetap positif," tambahnya.
Bagi jemaah dengan penyakit penyerta (komorbid), ia menekankan pentingnya kepatuhan dalam mengonsumsi obat sesuai resep dokter.
Baca Juga:"Saya mengajak jemaah untuk memperkuat kesiapan spiritual dengan memperbanyak dzikir, berdoa, dan bertawakal kepada Allah SWT agar ibadah haji dapat berjalan lancar dan sehat," pungkasnya. (San).
Timnas Indonesia Hajar Bangladesh 9-2, Mitchell Baker Cetak 5 Gol dan Bawa Garuda ke Final
Sertifikasi PIHU UIN Walisongo, Pembimbing Haji Diminta Pastikan Ibadah Jemaah Sah
Haji 2027, Jateng Dapat Kuota 34.122 Jemaah, 1.716 Masuk Prioritas Lansia
Haji 2027, Kemenhaj Jateng Minta Petugas Siapkan Mitigasi Risiko Sejak Dini
Manasik Haji di Era Digital, Kemenhaj Jateng Dorong Pembimbing Kuasai IT