Manasik Haji di Era Digital, Kemenhaj Jateng Dorong Pembimbing Kuasai IT
digtara.com - Pembimbing ibadah haji dituntut menguasai teknologi informasi (IT) untuk mengembangkan metode pembinaan manasik sekaligus mendukung pelayanan jemaah di Tanah Suci. Pemanfaatan teknologi digital dinilai penting seiring meningkatnya penggunaan platform digital dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Baca Juga:
Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Jawa Tengah, Abdul Jalil, mengatakan teknologi informasi perlu dimanfaatkan dalam pembinaan manasik agar materi lebih mudah diakses dan dipahami jemaah.
"Pembimbing ibadah dan para petugas sekarang itu sudah harus benar-benar memahami dan menguasai teknologi informasi," kata Abdul Jalil dalam kegiatan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah (PIHU) Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang bersama MHU Walisongo Tour, bekerja sama dengan Kemenhaj, di BBPMP Jawa Tengah, Srondol, Semarang, Selasa (29/9/2026).
Menurut Abdul Jalil, perkembangan teknologi membuka peluang bagi pembimbing untuk menggunakan beragam metode pembinaan manasik. Materi dapat disampaikan melalui platform digital seperti YouTube dan aplikasi pembelajaran lainnya.
Ia menilai pemanfaatan teknologi semakin relevan karena jemaah mulai terbiasa mengakses informasi melalui perangkat digital. Oleh karena itu, pembimbing perlu menyesuaikan metode pembinaan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan jemaah.
Selain untuk pembinaan manasik, penguasaan IT juga diperlukan dalam pelayanan jemaah selama berada di Arab Saudi. Abdul Jalil menjelaskan, berbagai layanan haji dan umrah di negara tersebut semakin memanfaatkan sistem digital, termasuk layanan transportasi.
Baca Juga:
Kondisi tersebut menuntut pembimbing dan petugas haji memahami penggunaan aplikasi serta platform digital yang mendukung pelaksanaan ibadah dan pelayanan jemaah.
Abdul Jalil berpesan agar peserta sertifikasi mempersiapkan diri untuk mengabdi kepada jemaah dengan penuh tanggung jawab. Penguasaan teknologi, menurut dia, perlu menjadi bagian dari upaya memberikan pelayanan terbaik kepada tamu Allah sekaligus menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian untuk memperoleh ridha Allah SWT. (San).
Haji 2027, Kemenhaj Jateng Minta Petugas Siapkan Mitigasi Risiko Sejak Dini
Akhmad Fauzin: Petugas Haji Harus Layani Jemaah Lansia dan Disabilitas secara Adil
Rektor UIN Walisongo: Pembimbing Haji Perlu Kuasai Komunikasi dan Manajemen Konflik di Era Digital
Pembimbing Haji Perlu Kuasai Psikologi Komunikasi, Ini Alasannya
Keracunan MBG, Apakah Biaya Pengobatan Ditanggung BPJS Kesehatan?