Selasa, 29 September 2026

Rektor UIN Walisongo: Pembimbing Haji Perlu Kuasai Komunikasi dan Manajemen Konflik di Era Digital

Sertifikasi pembimbing haji profesional
Ahsan Fauzi - Minggu, 27 September 2026 19:35 WIB
Rektor UIN Walisongo: Pembimbing Haji Perlu Kuasai Komunikasi dan Manajemen Konflik di Era Digital
Ahsan Fauzi / MCH 2026
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Musahadi saat menyampaikan materi pada PIHU Angkatan III Tahun 2026

digtara.com - Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Musahadi, menilai pembimbing ibadah haji dan umrah perlu memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan perilaku jemaah di era digital. Kreativitas, inovasi, dan kemampuan komunikasi menjadi kompetensi penting dalam proses pembimbingan.

Baca Juga:

Hal itu disampaikan Musahadi dalam kegiatan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah (PIHU) Angkatan III Tahun 2026 yang digelar Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang dan MHU Walisongo Tour bekerja sama dengan Kemenhaj di BBPMP Jawa Tengah, Srondol, Semarang, Minggu (27/9/2026).

Menurut Musahadi, penggunaan media digital telah membawa perubahan besar terhadap perilaku manusia, termasuk masyarakat Muslim dan jemaah haji. Kondisi tersebut menuntut pembimbing haji memahami berbagai perubahan agar proses pembimbingan dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

"Pembimbing haji itu harus memahami skema-skema perubahan yang seperti ini dengan memiliki kreativitas yang tinggi dan juga membuka ruang inovasi untuk pembimbingan itu supaya lebih efektif dan efisien," ujar Musahadi.

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan ilmu komunikasi. Sebab, selama berada di Arab Saudi, jemaah haji akan berinteraksi dengan masyarakat dari beragam latar belakang budaya dan memiliki cara pandang keagamaan serta pemahaman fikih haji yang berbeda.

"Sehingga dibutuhkan kemampuan untuk menjelaskan fikih haji itu secara lebih bijaksana, kemampuan untuk bagaimana bersikap, menerima pihak lain yang memiliki perspektif fikih yang berbeda," katanya.

Baca Juga:

Selain kemampuan komunikasi, Musahadi menyebut keterampilan mengelola konflik perlu menjadi bagian dari kompetensi pembimbing haji. Karena itu, ia meminta lembaga pelatihan dan sertifikasi pembimbing haji turut memberi perhatian pada penguatan kemampuan tersebut agar pembimbing mampu menghadapi keragaman jemaah secara lebih baik. (San).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ahsan Fauzi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Pembimbing Haji Perlu Kuasai Psikologi Komunikasi, Ini Alasannya

Pembimbing Haji Perlu Kuasai Psikologi Komunikasi, Ini Alasannya

Pembimbing Haji Perlu Pahami Budaya Arab agar Jemaah Tak Salah Berinteraksi

Pembimbing Haji Perlu Pahami Budaya Arab agar Jemaah Tak Salah Berinteraksi

Pembimbing Haji Dituntut Tak Hanya Paham Ibadah, tapi Juga Mampu Redam Konflik

Pembimbing Haji Dituntut Tak Hanya Paham Ibadah, tapi Juga Mampu Redam Konflik

Sertifikasi Pembimbing Haji 2026, Dekan FDK UIN Walisongo Tekankan Kompetensi Hadapi Jemaah Beragam dan Regulasi Saudi

Sertifikasi Pembimbing Haji 2026, Dekan FDK UIN Walisongo Tekankan Kompetensi Hadapi Jemaah Beragam dan Regulasi Saudi

174 Pejabat Kemenhaj Dilantik, Menteri Irfan Tegaskan Jabatan Diisi Berdasarkan Merit System

174 Pejabat Kemenhaj Dilantik, Menteri Irfan Tegaskan Jabatan Diisi Berdasarkan Merit System

Muhammad Husni: Rasio Pembimbing Haji 1 Banding 151 Jemaah Jadi Catatan untuk 2027

Muhammad Husni: Rasio Pembimbing Haji 1 Banding 151 Jemaah Jadi Catatan untuk 2027

Komentar
Berita Terbaru