Selasa, 12 Mei 2026

Hakim Tolak Permohonan Praperadilan, Penetapan Erasmus Frans Mandato Sebagai Tersangka Sah

Imanuel Lodja - Selasa, 30 September 2025 06:40 WIB
Hakim Tolak Permohonan Praperadilan, Penetapan Erasmus Frans Mandato Sebagai Tersangka Sah
ist
Hakim Tolak Permohonan Praperadilan, Penetapan Erasmus Frans Mandato Sebagai Tersangka Sah

digtara.com -Pengadilan Negeri Rote Ndao menggelar sidang praperadilan Erasmus Frans Mandato pada Senin (29/9/2025).

Baca Juga:

Sidang di ruang Garuda kantor Pengadilan Negeri Rote Ndao mengagendakan pembacaan putusan sidang Praperadilan oleh majelis hakim tunggal Praperadilan, Fransiska Dari Paulanino.

Pemohon adalah Erasmus Frans Mandato dan termohon Kapolri Cq. Kapolda NTT, Cq. Kapolres Rote Ndao dalam perkara Praperadilan nomor perkara 1/Pid.Pra/2025/PN. Rno.

Hakim memutuskan, pertama hakim praperadilan hanya akan menilai praperadilan pada aspek formil.

Baca Juga:
Kedua, penetapan tersangka adalah sah.

Ketiga, tindakan penyidik untuk menangkap dan menahan tersangka adalah sah.

Keempat, pemohon tidak dapat membuktikan dalil-dalil yang diajukan, sehingga hakim praperadilan menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya.

Kelima, membebankan biaya yang timbul atas sidang tersebut kepada pemohon sebesar nihil.

Hakim peradilan Fransiska Dari Paulanino mengatakan, tindakan yang dilakukan termohon prosedural.

"Menolak permohonan praperadilan pemohon untuk seluruhnya," ucap hakim Fransiska, dengan membebankan biaya perkara kepada pemohon.

Baca Juga:
Sidang dihadiri kuasa pemohon, Dr Yanto M. Ekon dan Erasmus Frans Mandato.

Dari pihak termohon hadir AKP Markus Y. Foes (Kasat Reskrim Polres Rote Ndao), Iptu Rudy Chandra Toumahuw (Ps Paur I Subbid Bankum Bidkum Polda NTT), Aipda Roland Leka, Ipda Thomas Kiak dan beberapa penyidik Unit Tipidter Satreskrim Polres Rote Ndao.

Sebelumnya, Erasmus memenuhi panggilan polisi pada 1 September dan pada hari yang sama menerima surat perintah penangkapan. Ia pun langsung ditahan.

Polisi menjeratnya dengan pasal 28 ayat (3) UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ia terancam hukuman penjara maksimal enam tahun dan/atau denda hingga Rp 1 miliar.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IMIPAS Minta Polres Rote Ndao Tambah Titik Sambang di Lapas Ba'a

IMIPAS Minta Polres Rote Ndao Tambah Titik Sambang di Lapas Ba'a

Apresiasi Penangkapan Kembali Napi Kabur dari Lapas, Kakanwil Ditjenpas Minta Polres Rote Ndao Tambah Titik Sambang di Lapas Ba'a

Apresiasi Penangkapan Kembali Napi Kabur dari Lapas, Kakanwil Ditjenpas Minta Polres Rote Ndao Tambah Titik Sambang di Lapas Ba'a

Masuk Halaman Villa dengan Aktivitas Mencurigakan, Tiga Pria di Rote Ndao Kabur dan Tinggalkan Sejumlah Barang

Masuk Halaman Villa dengan Aktivitas Mencurigakan, Tiga Pria di Rote Ndao Kabur dan Tinggalkan Sejumlah Barang

Terjunkan Puluhan Personil, Polres Rote Ndao Amankan Narapidana Kabur dari Lapas

Terjunkan Puluhan Personil, Polres Rote Ndao Amankan Narapidana Kabur dari Lapas

Tabrak Dump Truk Yang Sedang Parkir, Pengendara Sepeda Motor di Rote Ndao Meninggal Dunia

Tabrak Dump Truk Yang Sedang Parkir, Pengendara Sepeda Motor di Rote Ndao Meninggal Dunia

Remaja Pria di Rote Ndao Tenggelam Saat Mandi di Pantai dan Ditemukan Meninggal Dunia

Remaja Pria di Rote Ndao Tenggelam Saat Mandi di Pantai dan Ditemukan Meninggal Dunia

Komentar
Berita Terbaru