Rupiah Anjlok ke Rp17.346 per Dolar AS, Terburuk Sepanjang Sejarah dan Tekanan Global Menguat
Arie - Minggu, 03 Mei 2026 12:22 WIB
Rupiah anjlok ke Rp17.346 per dolar AS, terburuk sepanjang sejarah. Tekanan global, The Fed, dan faktor domestik jadi penyebab utama.
Bank Indonesia Siapkan Langkah Stabilitas
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa otoritas moneter akan terus melakukan intervensi di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Baca Juga:
Ia juga menyebut bahwa secara fundamental, nilai tukar rupiah saat ini berada di bawah nilai wajarnya atau undervalued. Meski demikian, tekanan eksternal dan sentimen pasar masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi pergerakan rupiah dalam jangka pendek.
Dengan kondisi global yang masih penuh ketidakpastian, pergerakan rupiah diperkirakan akan tetap volatil, sementara pelaku pasar menunggu arah kebijakan lanjutan baik dari dalam negeri maupun bank sentral global.
Baca Juga:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed
Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong
Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan di Kisaran Rp17.800–Rp17.950 per Dolar AS
Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Diproyeksikan Menguat, Bergerak di Kisaran Rp17.900–Rp18.000 per Dolar AS
Komentar