Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, 4 Agustus 2026: Diprediksi Melemah ke Rp18.100 per Dolar AS
digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026.
Baca Juga:
Berdasarkan data Doo Financial Futures, rupiah pada penutupan perdagangan Senin, 3 Agustus 2026, menguat 0,14 persen ke level Rp17.997 per dolar AS.
Pada periode yang sama, indeks dolar AS atau DXY melemah 0,10 persen ke level 99,81.
Penguatan rupiah juga sejalan dengan mayoritas mata uang Asia. Won Korea Selatan tercatat menjadi mata uang dengan penguatan terbesar sebesar 0,72 persen.
Selanjutnya, peso Filipina menguat 0,54 persen dan yen Jepang naik 0,39 persen. Baht Thailand menguat 0,27 persen, rupee India 0,09 persen, dolar Singapura 0,05 persen, yuan China 0,03 persen, dan dolar Hong Kong 0,01 persen.
Baca Juga:
Rupiah Hari Ini Dipengaruhi Sentimen Global
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah pada perdagangan sebelumnya didorong sentimen eksternal.Salah satu faktor yang diperhatikan pasar adalah rencana perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan pembicaraan damai kedua negara dijadwalkan berlangsung pada Senin waktu setempat.
Sentimen global tersebut turut memberikan pengaruh terhadap pergerakan aset di kawasan Asia, termasuk rupiah.
Dari dalam negeri, kondisi ekonomi juga memberikan sinyal yang beragam bagi nilai tukar rupiah.
Laju inflasi yang semakin terkendali dinilai menjadi sentimen positif karena dapat memperkuat ekspektasi terhadap stabilitas fundamental ekonomi Indonesia.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya tekanan pada sektor eksternal dan berpotensi membatasi ruang penguatan rupiah terhadap dolar AS.
Pasar Menanti Data ISM Manufacturing PMI AS
Pada perdagangan rupiah hari ini, Selasa 4 Agustus 2026, pelaku pasar akan mencermati sejumlah agenda ekonomi Amerika Serikat.Salah satu data yang menjadi perhatian adalah ISM Manufacturing PMI. Indikator tersebut memberikan gambaran mengenai aktivitas sektor manufaktur AS sekaligus menjadi salah satu bahan pertimbangan pasar dalam membaca arah kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed.
Data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed dan pergerakan dolar AS. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memberikan tekanan terhadap rupiah.
Baca Juga:Sebaliknya, data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga AS dan membuka ruang bagi mata uang emerging market, termasuk rupiah.
Rupiah Hari Ini 3 Agustus 2026 Diproyeksi Menguat, Simak Sentimen Penggeraknya
Rupiah Diproyeksikan Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS Hari Ini, Ini Faktor Penekannya
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.130 per Dolar AS Hari Ini, Dipengaruhi FOMC The Fed dan Sentimen Global
Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diproyeksikan Melemah ke Rp18.020 per Dolar AS
Rupiah Diprediksi Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Atas Rp18.000 per Dolar AS