Sabtu, 16 Mei 2026

Rupiah Anjlok ke Rp17.346 per Dolar AS, Terburuk Sepanjang Sejarah dan Tekanan Global Menguat

Arie - Minggu, 03 Mei 2026 12:22 WIB
Rupiah Anjlok ke Rp17.346 per Dolar AS, Terburuk Sepanjang Sejarah dan Tekanan Global Menguat
Rupiah anjlok ke Rp17.346 per dolar AS, terburuk sepanjang sejarah. Tekanan global, The Fed, dan faktor domestik jadi penyebab utama.

digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali mencatatkan tekanan signifikan pada perdagangan Kamis, 30 April 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 0,12 persen ke level Rp17.346 per dolar AS, menjadi titik terlemah sepanjang sejarah.

Baca Juga:

Sepanjang sesi perdagangan, rupiah sempat berfluktuasi di kisaran Rp17.338 per dolar AS sebelum akhirnya menetap di level penutupan tersebut. Angka ini sekaligus menembus batas psikologis Rp17.300 yang sebelumnya menjadi perhatian pelaku pasar.

Tekanan Global Picu Pelemahan Rupiah

Pelemahan rupiah dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada lonjakan harga energi dunia.

Baca Juga:
Harga minyak mentah acuan Brent bahkan menembus level US$109 per barel. Kondisi ini memperbesar kebutuhan impor energi Indonesia, sehingga meningkatkan permintaan dolar AS di pasar domestik.

Selain itu, kebijakan moneter Federal Reserve atau The Fed yang cenderung hawkish turut memperkuat dolar AS. Ekspektasi suku bunga tinggi dalam jangka panjang mendorong arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia.

Kinerja Rupiah Lebih Buruk dari Negara Emerging Lain

Dalam periode satu tahun terakhir hingga April 2026, rupiah tercatat melemah sekitar 9,6 persen. Angka ini bahkan lebih buruk dibandingkan beberapa mata uang emerging markets seperti Zimbabwe Gold (ZiG) dan naira Nigeria.

Performa tersebut menjadi sorotan pasar karena kedua mata uang tersebut sebelumnya dikenal memiliki volatilitas tinggi, namun kini menunjukkan kinerja relatif lebih stabil dibanding rupiah.

Baca Juga:
Faktor Domestik Perburuk Sentimen Pasar

Dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah juga dipicu kekhawatiran investor terhadap fundamental ekonomi. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai sentimen domestik berperan besar dalam pelemahan kali ini.

Salah satu faktor yang disorot adalah keputusan Bank Indonesia yang menahan suku bunga acuan di tengah tekanan global. Selain itu, belum adanya langkah strategis pemerintah dalam efisiensi anggaran turut menambah ketidakpastian.

Cadangan devisa Indonesia juga mengalami penurunan menjadi US$148,2 miliar pada akhir Maret 2026, turun dari US$156,5 miliar pada akhir 2025. Penurunan ini dipicu oleh intervensi bank sentral untuk menjaga stabilitas rupiah.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini 13 Mei 2026 Masih Tertekan, Dolar AS Berpotensi Tembus Rp17.500

Rupiah Hari Ini 13 Mei 2026 Masih Tertekan, Dolar AS Berpotensi Tembus Rp17.500

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.430 per Dolar AS, Konflik AS-Iran dan Suku Bunga The Fed Jadi Tekanan

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.430 per Dolar AS, Konflik AS-Iran dan Suku Bunga The Fed Jadi Tekanan

Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp17.300 per Dolar AS Hari Ini, Didorong Sentimen Perdamaian Iran-AS

Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp17.300 per Dolar AS Hari Ini, Didorong Sentimen Perdamaian Iran-AS

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.460 per Dolar AS Hari Ini, Tertekan Konflik Iran dan Kebijakan The Fed

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.460 per Dolar AS Hari Ini, Tertekan Konflik Iran dan Kebijakan The Fed

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.440 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Konflik Global dan Harga Minyak

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.440 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Konflik Global dan Harga Minyak

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.337 per Dolar AS, Sentimen Global Mulai Mereda

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.337 per Dolar AS, Sentimen Global Mulai Mereda

Komentar
Berita Terbaru